“Bojog” Putih Huni Lereng Gunung Agung, Kemunculannya Bawa Pertanda Baik

by Admin 706 views0

Belakangan ini publik seolah dikejutkan oleh kemunculan Bojog (Kera) Putih dari informasi yang beredar di sosial media. Bojog putih ini kerap muncul di sekitar Pura Pasar Agung, Desa Pakraman Subudi, Kecamatan Selat, Karangasem. Krama sekitar sangat percaya bahwa kemunculan bojog putih membawa pertanda baik.

Pamangku Pura Pasar Agung, Jro Mangku Gede Umbara, menyatakan dua dari tiga bojog putih penghuni lereng Gunung Agung ini berkelamin betina, sementara satu lagi jantan. Anehnya, populasi bojog putih ini konstan dari tahun ke tahun, alias tetap hanya tiga ekor, tak pernah berkembang biak.

“Saya sendiri sering menyaksikan kemunculan bojog putih ini di areal Pura Pasar Agung. Setiapkali muncul, bojog putih ini tidak berani mendekat, selalu jaga jarak dengan saya,” ungkap Jro Mangku Umbara saat ditemui NusaBali di kediamannya di Banjar Sebudi, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, beberapa hari lalu.

Jro Mangku Umbara meyakini kemunculan bojog putih sebagai pertanda membawa pesan baik. Biasanya, bojog putih ini muncul pada hari-hari tertentu, termasuk menjelang karya pujawali di Pura Pasar Agung yang dilaksanakan setahun sekali pada Purnamaning Kadasa. Selain itu, para pendaki Gunung Agung atau pamangku lainnya yang hendak menggelar upacara mulang pakelem di kawah Gunung Agung juga kerap menyaksikan kemunculan bojog putih ini.

Menurut Jro Mangku Umbara, jika bojog putih muncul menjelang karya pujawali di Pura Pasar Agung, bisa menjadi pertanda bahwa upacara yang akan dilaksanakan sesuai dengan harapan umat sedharma. “Itu keyakinan yang kami warisi sejak lama. Menurut kepercayaan kami, bojog putih yang terlihat jinak itu merupakan utusan Ida Batara di Gunung Agung,” papar Jro Mangku Umbara.
Paparan senada juga disampaikan Kelian Banjar Sogra, Desa Sebudi, I Nyoman Muliarta. Setiapkali kali kemunculan bojog putih, pertanda baik. Nyoman Muliarta juga pernah menyaksikan kemunculan bojog putih ini. Terakhir, bojog putih diliat Muliarta saat dia memandu wisatawan asing mendaki Gunung Agung, sekitar Maret 2016 lalu.

“Ketika itu, saya sempat foto munculnya bojog putih tersebut dengan kamera. Saya lihat saat itu hanya hanya satu bojog putih dan berjalan bersama-sama monyet biasa. Meski warnanya berbeda, bojog-bojog tersebut terlkihat akir,” ungkap Muliarta kepada NusaBali.

Menurut Muliarta, bojog putih penghuni lereng Gunung Agung hanya muncul pada hari tertentu. Bisa saja kemunculannya hanya setahun sekali saat rerahinan (hari baik), terutama menjelang karya pujawali di Pura Pasar Agung.

Sedangkan Kepala Desa (Perbekel) Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, I Wayan Suara, mengatakan sepintas bojog putih itu tak beda dengan monyet biasa. Hanya bulunya yang beda, sehingga jadi istimewa. “Kami percaya bojog putih itu merupakan due (pengiring) Ida Batara di Gunung Agung, sebagai penjaga keutuhan Gunung Agung,” jelas Wayan Suara yang juga Humas Pramuwisata Pendaki Gunung Agung.

Repost via NusaBali.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>