Wow, Pasar Sindhu Jadi Objek Wisata Baru, Wajib Dikunjungi!

by Admin 115 views0

Made Sudarta terlihat sibuk memantau setiap sudut pasar Sindu, Sanur, Denpasar, Bali. Ia ingin memastikan tidak ada sampah yang dibuang sembarangan. Pasar ini seakan menjadi obyek wisata baru bagi wisatawan asing.

Hotel di Sanur mulai memasukkan pasar ini sebagai bagian dari paket tur wisata yang wajib dikunjungi.
Ketatnya aturan soal kebersihan, dan komitmen untuk memenuhi seluruh aturan yang berlaku, membuat pasar ini menjadi langganan para turis asing.

Pekan kemarin, situs TripAdvisor mengumumkan bahwa Pasar Sindu, Sanur, Denpasar, mendapatkan peringkat pertama dalam daftar trending atraksi di Asia Tenggara.

“Iya benar, beritanya juga sudah masuk di koran. Memang banyak turis yang berkunjung ke sini, terutama pada jam sore sampai malam. Kalau di sini buka sampai jam 12 malam,” kata Sudarta kepada Tribun Bali, kemarin.
TripAdvisor adalah sebuah situs wisata terbesar di dunia yang membantu wisatawan dalam merencanakan dan memesan perjalanan wisata.

TripAdvisor juga dapat memberikan rekomendasi tentang hotel, resort, penginapan, liburan, paket perjalanan, pemandu perjalanan, penerbangan, penyewaan tempat berlibur, dan banyak lagi lainnya.

Kepala Pasar Sindu, Made Sudana mengatakan, yang melakukan penilaian terhadap pasar itu adalah wisatawan yang berkunjung ke Pasar Sindu tersebut. Di sekitar kawasan Pasar Sindu, kata Sudana, ada dua hotel yang memiliki program tur bersepeda, melihat matahari terbit, kemudian berbelanja di Pasar Sindu menikmati masakan lokal.

“Jadi mungkin itu penilaiannya langsung. Naik sepeda, ada beberapa hotel yang punya program itu, jadi dia datangnya ke pasar, belanja, dan masak langsung di hotel itu. Salah satunya Gria Santrian, Hotel Segara, itu yang punya program seperti itu,” jelasnya.

Sudana menyebut rata-rata pengunjung Pasar Sindu tiap harinya mencapai 2.000 orang. Dari 2.000 orang itu, wisman yang berkunjung ke Pasar Sindu tiap harinya 50 sampai 60 orang turis.

Banyaknya turis yang berminat datang ke Pasar Sindu itu, kata dia, setelah adanya program revitalisasi pasar yang dilakukan secara bertahap sejak tahun 2010 silam.

“Kalau dulu, jangankan berkunjung. Menengok saja mereka tidak mau. Karena dinilai kumuh, dan becek. Nah sekarang sudah kita tata dengan baik, soal kebersihan dan lainnya,” kata Sudana yang juga selaku Kepala Desa Sanur Kaja ini.

Meski demikian, adanya revitalisasi pasar itu justru membuat sejumlah pedagang mengalami penurunan penjualan.
Sebelum revitalisasi, memang pasar ini diakui kumuh dan jorok. Tapi menurut dia jumlah pengunjungnya lebih banyak daripada sekarang.

“Kalau kami seneng, pasar jadi bersih. Tapi pembelinya turun,” kata pedagang yang sudah berjualan buah-buahan sejak 30 tahun silam di sana.

Terkait hal tersebut, Sudana menyebut apa yang disampaikan salah satu pedagang itu disebabkan karena adanya revitalisasi, justru juga dibarengi dengan pemerataan. Semua pedagang terlihat dan rata-rata mendapatkan pembeli.

“Kalau dulu ada yang dapat banyak, tapi di belakang bisa tidak dapat jualan,” katanya.

Foto & Berita: Bali.Tribunnews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>