Relationship
Mendongeng dan Bermain Permainan Tradisional Mampu Mengurangi Ketergantungan Gadget Pada Anak-Anak
Saat ini tidak dipungkiri lagi kalau gadget atau gawai merupakan salah satu kebutuhan utama. Hampir setiap anak-anak memiliki dan fasih menggunakan gadget ini. Gadget seperti pisau bermata dua, di satu sisi bisa digunakan untuk belajar atau menambah pengetahuan disisi lain bisa menciptakan ketergantungan anak pada gadget dimana akan mengurangi interaksi sosial dengan orang disekitarnya.

Bahkan banyak anak-anak yang sudah sangat tergantung untuk selalu menggunakan gadget sehingga menimbulkan gangguan fisik seperti gangguan pada mata atau telinga bahkan sampai pada gangguan psikologis dimana si anak menjadi tidak suka bergaul dengan sesama atau menjadi tidak mengidahkan perintah orang tua atau keluarganya.
Apakah ada caranya untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai/gadget ini?
Made Taro, seorang penulis yang juga dikenal aktif dalam memperkenalkan Mesatua(bercerita) dan Meplalianan(bermain suatu permainan) pada anak-anak ini bercerita kalau ia memiliki pengalaman unik terkait hal tersebut diatas. Suatu hari ada seseorang datang ke rumahnya dengan membawa banten. Ia sempat terkejut dan langsung saja banten tersebut dihaturkan di pelinggih yang dibuat khusus untuk sanggarnya.

Ternyata orang tersebut memiliki masalah dengan anaknya. “Orang tersebut bercerita kalau anaknya memiliki ketergantungan dengan gadget sehingga si anak kurang peduli dengan orang disekitarnya,” ungkap Made Taro. Orang tersebut kemudian meminta Made Taro untuk datang ke rumahnya dengan tujuan untuk mendongeng dan mengajak anaknya bermain. Saran itu didapat setelah orang tersebut berkonsultasi ke psikolog dimana psikolog tersebut menganjurkan untuk mengundang Made Taro agar bisa medongeng dan mengajak si anak bermain.
Setelah diajak mendengarkan dongeng dan bermain permainan tradisional, si anak tersebut menikmatinya dan berangsur-angsur mulai berkurang ketergantungannya terhadap gadget.

Made Taro juga menuturkan kalau memiliki pengalaman lainnya saat ia melakukan kegiatan mendongeng di Karangasem terkait kegiatan sosialisasi KPK untuk mencegah perilaku korupsi sejak anak-anak. Selesai kegiatan, ia didatangi oleh orang tua dimana anaknya juga mengalami ketergantungan gadget bahkan lebih parah dari kejadian sebelumnya.
“Orang tua tersebut rupanya mendengar tentang cerita saya sebelumnya dimana saat menangani anak yang ketergantungan gadget. Anak orang tua tersebut lebih parah, anaknya tidak bisa diajak berkomunikasi dan akan marah-marah kalau tidak diberikan memegang gadget,” kenang Made Taro yang juga sebagai pemilik Sanggar Kukuruyuk ini.
Saat awal Made Taro mengajak anak tersebut bermain permainan tradisional, anak tersebut sama sekali tidak mau dan marah-marah saat gadgetnya disembunyikan. Namun secara perlahan, anak tersebut mulai menyukai permainan tradisional dan terlihat aktif saat diajak bermain oleh Made Taro.
“Setelah beberapa kali saya ajak bermain permainan tradisional, anak tersebut kini sudah tidak lagi ketergantungan kepada gawainya. Ia lebih suka melakukan permainan tradisional bersama teman-temannya karena memang ia rasakan lebih “nikmat” ketimbang bermain gadget.
Menurut Made Taro, permainan tradisional ini memang sangat berguna untuk anak-anak karena dia akan aktif bergerak sehingga bisa memberikan kesehatan, anak akan tertanam jiwa sportif dan yang tidak kalah penting anak-anak ini akan lebih bisa berinteraksi sosial dengan anak-anak lainnya.
Mendongeng maupun bermain permainan tradisional ini memang sudah terbukti mampu untuk mengurangi anak-anak bermain gadget. Hanya saja permasalahan saat ini adalah kesibukan orang tua yang tidak sempat untuk mendongeng ke anaknya, mengajak atau mengajarkan anaknya untuk bermain permainan tradisional dan kurangnya informasi tentang permainan tradisional terutama di situs youtube.
“Ini adalah tantangan bagi kita semua, orang tua harus menyempatkan sedikit waktunya untuk berdongeng atau mengajak anaknya bermain permainan tradisional dan saya juga berharap ada konten-konten kreator youtube terutama yang dari Bali bisa mengangkat atau memperkenalkan permainan tradisional ini agar bisa diketahui lebih luas lagi,” ungkap Made Taro.

