Connect with us

Hadirkan Festival Seni Bali Jani 2019, Disbud Bali Sulap Art Center Jadi Spot yang Instagramable

Terkini

Hadirkan Festival Seni Bali Jani 2019, Disbud Bali Sulap Art Center Jadi Spot yang Instagramable

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Kebudayaan tahun ini menghadirkan Festival Seni Bali Jani 2019.

Ajang Festival Seni Bali Jani menghadirkan berbagai seni inovatif, modern dan kontemporer yang akan dibuka di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar pada 26 Oktober 2019.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘Kun’ Adnyana mengatakan, selain menyajikan berbagai kesenian inovatif, dalam Festival Seni Bali Jani disajikan pula seni instalasi dengan “lighting” yang menarik di seputaran area Taman Budaya.

Di samping itu, juga ada sejumlah titik untuk “photo booth” di depan Panggung Terbuka Ardha Candra, Gedung Ksiarnawa dan pintu masuk Taman Budaya.

Festival Seni Bali Jani memang tak hanya menampilkan seni instalasi outdoor, tetapi ditampilkan juga seni instalasi dari para pemenang lomba.

Seni instalasi tersebut dipasang di pintu masuk Taman Budaya, seputaran sungai, hingga area sebelah selatan Gedung Kriya.

“Hal ini tentunya sangat cocok bagi generasi milenial yang gemar berburu spot-spot yang instagramable,” kata Kun Adnyana, Kamis (24/10/2019).

Oleh karena itu, akademisi Institusi Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini pun mengundang para generasi milenial untuk memeriahkan festival yang bertajuk “Hulu Teben: Dialektika Lokal-Global” itu.

“Kepada masyarakat Bali lintas generasi, baik siswa, mahasiswa, pemuda-pemudi, dan masyarakat umum, mari datang dan rayakan Festival Seni Bali Jani yang pertama ini,” ajaknya.

“Mari ikut menjadi bagian sejarah kehadiran festival yang diperuntukkan seluas-luasnya untuk seni modern, kontemporer juga karya inovatif lainnya,” imbuhnya.

Menurut Kun Adnyana, Festival Seni Bali Jani 2019 akan dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster mulai pukul 19.30 Wita yang ditandai dengan menyalakan lampu tongkat mistik (LED) disertai video mapping berdurasi tiga menit.

Setelah itu dilanjutkan dengan Gelar Seni Kolaborasi “Babad Gumatat-Gumitit”.

Babad Gumatat-Gumitit merupakan sebuah pementasan opera kabaret yang didukung oleh seluruh anggota Teater Kini Berseri berjumlah sekitar 50 orang.

Selain itu, mereka juga dibantu aktor-aktor teater terbaik setingkat SMA se-Denpasar, yakni dari Teater Topeng SMAN 2 Denpasar, Teater Blabar SMAN 4 Denpasar, Teater Limas SMAN 5 Denpasar, Teater Kirana SMAN 6 Denpasar, Teater Bagol SMKTI Bali Global Denpasar, Teater Teras SMAN 1 Kuta, Teater Sumukhi SMKN 2 Denpasar, Teater Orok Unud, Komunitas Djamur dan BTS Production.

Ketua Teater Kini Berseri, I Putu Gede Indra Parusha mengatakan Babad Gumatat Gumitit ini mengisahkan tentang serangga-serangga dan mahluk kecil lainnya yang sedang mengumpulkan enam mustika dari enam tempat, yaitu hutan, danau, laut, gunung sesuai visi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru”.

Untuk memberikan nuansa kekinian, garapan ini digarap bernuansa komedi seperti ciri khas Teater Kini Berseri yang telah konsisten berkarya sejak 2010, dengan bentuk pementasan yang sama yaitu opera kabaret.

Untuk mendukung suasana, lanjut dia, garapan ini menampilkan kostum modifikasi sendiri untuk memudahkan aktor menari sambil berdrama.

Opera kabaret ini, tidak ada pesan khusus yang ingin disampaikan karena masyarakat saat ini butuh lebih banyak hiburan daripada nasihat.

“Masyarakat sudah biasa bahkan sering mendengarkan dharma wacana (ceramah agama). Saya rasa, masyarakat kini sudah pandai bertanggung jawab atas diri sendiri dan orang lain,” ucapnya.

Operet yang disutradarai oleh Benny Dipo ini diyakini akan dapat memberikan hiburan kepada pengunjung festival, karena betul-betul digarap secara apik.

Garapan ini juga berkolaborasi dengan Marching Band Universitas Udayana dan orkestra dari alumni dan mahasiswa aktif Jurusan Musik ISI Denpasar.

Untuk diketahui materi kegiatan ada 6 jenis yaitu pawimba (lomba), aguron-guron (workshop)adilango (pergelaran), kandarupa (pameran), tenten (pasar malam seni) dan timbang rasa (sarasehan).

Sumber ; denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Terkini

Advertisement
To Top