Family
Dompet Mama Jadi Mainan Favorit, Normalkah Bagi Toddler?
Banyak orang tua bingung ketika anak toddler lebih tertarik bermain dompet, kunci, remote TV, atau benda-benda rumah lainnya dibandingkan mainan yang sudah dibeli. Meski tampak aneh, perilaku ini sebenarnya normal dan sehat dalam tahap tumbuh kembang anak. Justru ada sejumlah alasan ilmiah yang menjelaskan mengapa benda-benda bukan mainan jauh lebih menarik bagi mereka.
1. Anak usia toddler sedang memenuhi rasa ingin tahunya
Pada usia 1–3 tahun, dunia terasa baru dan penuh misteri. Anak ingin menyentuh, membuka, menarik, dan mencoba segalanya. Benda seperti dompet menawarkan pengalaman berbeda seperti bisa dibuka-tutup, berisi banyak kartu, teksturnya variatif, dan bentuknya tidak selalu sama. Hal ini membuat anak merasa sedang menyelidiki sesuatu yang penting, jauh lebih seru dibandingkan mainan yang bentuk dan fungsinya sudah jelas.
2. Benda rumah tangga memberikan sensasi realistis
Toddler suka meniru. Ketika ia melihat orang tua menggunakan dompet setiap hari, otaknya membaca bahwa benda itu penting dan digunakan dalam aktivitas nyata. Karena proses meniru adalah cara belajar utama anak, ia lebih tertarik pada benda yang terlihat dewasa daripada mainan yang menurutnya tidak punya fungsi nyata. Ini bukan tanda minat khusus, melainkan bagian dari proses memahami dunia lewat peran-peran yang ia lihat.
3. Elemen kejutan dan eksplorasi lebih kaya
Mainan biasanya dirancang aman dan sederhana, sehingga variasi pengalaman lebih terbatas. Dompet punya elemen mengejutkan yaitu ada resleting, ada isi di dalamnya, ada bunyi saat dibuka, ada tekstur yang berbeda, ada kartu yang bisa dikeluarkan. Variasi ini memicu eksplorasi sensorik serta melatih motorik halus anak, seperti mencubit, menarik, menyelipkan, atau membuka tutup kecil.
4. Masih normal dan bukan pertanda minat spesifik
Banyak orang tua khawatir bahwa anak keliru minat karena tidak memilih mainannya. Padahal ini adalah perilaku wajar dan tidak menunjukkan kecenderungan khusus dalam jangka panjang. Pada toddler, minat masih sangat fluida. Apa yang ia pilih hari ini bisa berbeda besok. Yang terpenting adalah memberi ruang eksplorasi yang aman sambil tetap mengarahkan kegiatan bermain dengan variasi aktivitas yang sesuai usia.
5. Orang tua bisa memfasilitasi dengan aman
Jika anak suka dompet, orang tua bisa mengarahkan minat ini dengan cara aman seperti beri dompet bekas yang sudah dibersihkan dan kosong, isi dengan kartu-kartu aman seperti kartu kosong, kertas tebal, atau kartu edukasi. Hindari uang kertas asli, klip metal, atau benda kecil yang mudah tertelan, bisa juga buatkan mainan mirip dompet untuk menyalurkan rasa ingin tahunya. Dengan cara ini, anak tetap bisa bereksplorasi tanpa risiko bahaya.
6. Ajak tetap bermain dengan mainan pendidikan
Meskipun tertarik pada dompet, tetap penting untuk mengenalkan mainan edukatif yang melatih kemampuan anak yakni mainan sorting, balok, puzzle sederhana, buku kain, mainan buka-tutup. Kombinasikan eksplorasi benda nyata dan mainan edukatif agar perkembangan sensorik, motorik, dan kognitif anak berjalan seimbang.
Ketika toddler lebih suka dompet daripada mainan, itu bukan masalah. Ini adalah bagian dari rasa ingin tahu, proses imitasi, dan eksplorasi sensorik yang penting dalam tumbuh kembang mereka, yang perlu dilakukan orang tua hanyalah memberi ruang bermain yang aman, mendampingi, serta menyediakan variasi aktivitas yang menstimulasi. Pada akhirnya, minat anak akan terus berkembang seiring bertambahnya usia.

