Family
7 Night Routine Penting Agar Anak Tidur Lebih Nyenyak
Membangun night routine atau rutinitas malam untuk anak bukan hanya soal membuat mereka cepat tidur, tetapi juga membentuk kebiasaan sehat yang berpengaruh pada kualitas istirahat, perilaku, hingga perkembangan emosionalnya. Terutama untuk toddler, rutinitas yang konsisten membantu mereka merasa aman, mengenali ritme tubuh, dan memahami bahwa tidur adalah bagian alami dari aktivitas sehari-hari.
Sebuah night routine tidak harus rumit. Justru yang terpenting adalah konsistensi. Berikut beberapa hal sederhana yang bisa dibiasakan agar anak memiliki waktu tidur yang berkualitas:
1. Tenangkan suasana menjelang tidur
Sekitar 30-60 menit sebelum tidur, kurangi aktivitas yang memicu stimulasi berlebihan seperti menonton TV, bermain gadget, atau permainan yang terlalu heboh. Alihkan ke kegiatan yang menenangkan seperti membaca buku, memeluk boneka kesayangan, atau mendengarkan musik lembut. Tubuh anak perlu transition time sebelum siap beristirahat.
2. Mandi air hangat atau cuci kaki
Air hangat membantu tubuh rileks dan menurunkan ketegangan otot. Tak harus mandi penuh, sekadar cuci kaki dengan air hangat pun cukup membantu untuk menciptakan rasa nyaman. Aktivitas ini juga bisa menjadi cues bahwa waktu tidur sudah dekat.
3. Ganti baju tidur dan rapikan kamar
Mengganti baju tidur yang bersih dan lembut memberi sinyal fisik bahwa anak memasuki fase istirahat. Merapikan kamar secara ringan seperti menata mainan, merapikan tempat tidur, atau meredupkan lampu membantu menciptakan lingkungan yang mendukung tidur.
4. Biasakan membaca buku sebelum tidur
Membacakan cerita adalah salah satu rutinitas paling efektif. Selain memperkuat bonding orang tua–anak, aktivitas ini juga membantu menstimulasi imajinasi, menambah kosakata, dan menenangkan pikiran sebelum tidur. Pilih cerita yang lembut dan tidak terlalu memicu emosi.
5. Percakapan ringan atau affirmations
Beberapa menit untuk ngobrol ringan dapat membantu anak memproses hari mereka. Tanyakan hal sederhana seperti, “Hari ini yang paling kamu suka apa?” atau tutup dengan affirmations lembut seperti, “Kamu anak baik, besok kita main lagi, ya.” Ini membantu membangun rasa aman dan kepercayaan diri.
6. Konsisten dengan jadwal tidur
Anak toddler membutuhkan jadwal yang dapat diprediksi. Tidur di jam yang sama setiap malam membuat ritme biologis mereka stabil, sehingga tubuh lebih mudah merasa mengantuk secara alami. Rutinitas yang konsisten juga membantu mencegah tantrum akibat kelelahan.
7. Berikan waktu transisi menuju ranjang
Setelah semua kegiatan selesai, biarkan ada momen kecil untuk anak menyesuaikan diri dengan tempat tidur, misalnya memeluk boneka favorit, menyelimuti diri, atau meminta ciuman/ pelukan dari orang tua. Proses ini membuat tidur terasa lebih positif dan menyenangkan.
Night routine bukan sekadar serangkaian aktivitas, melainkan pembiasaan yang memberi struktur, kenyamanan, dan rasa aman untuk anak. Dengan rutinitas yang sederhana, konsisten, dan penuh kehangatan, tidur bisa menjadi momen yang ditunggu-tunggu, bukan yang dihindari. Tidur berkualitas sejak dini juga berdampak baik pada tumbuh kembang fisik, emosional, hingga kemampuan kognitif anak di masa depan.

