Family
Super Protektif! Inilah Sebab Para Ayah Cenderung Lebih Care pada Anak Perempuan
Di banyak keluarga, sering muncul anggapan bahwa ayah terlihat lebih lembut, protektif, atau perhatian pada anak perempuannya dibandingkan anak laki-laki. Persepsi ini kerap memunculkan pertanyaan, bahkan kecemburuan kecil di antara saudara. Padahal, dinamika ini bukan selalu soal pilih kasih, melainkan hasil dari faktor emosional, budaya, dan peran yang secara tidak sadar terbentuk dalam hubungan ayah dan anak.
1. Naluri protektif ayah yang lebih kuat pada anak perempuan
Banyak ayah merasakan dorongan protektif yang lebih besar terhadap anak perempuan karena mereka dipersepsikan lebih rentan. Naluri ini muncul secara alami, dipengaruhi oleh kekhawatiran akan keselamatan, lingkungan sosial, dan masa depan anak perempuan. Bentuk perlindungan inilah yang sering terbaca sebagai perhatian lebih.
2. Pola asuh dan budaya yang membentuk sikap ayah
Dalam banyak budaya, anak laki-laki didorong untuk mandiri dan kuat sejak dini, sementara anak perempuan lebih sering diasosiasikan dengan kebutuhan akan perhatian dan kelembutan. Pola pikir ini, meski tidak selalu disadari, memengaruhi cara ayah berinteraksi. Akibatnya, ayah cenderung mengekspresikan kasih sayang secara lebih verbal dan emosional kepada anak perempuan.
3. Perbedaan cara anak mengekspresikan kedekatan
Anak perempuan umumnya lebih ekspresif dalam menunjukkan emosi dan kebutuhan akan kedekatan, sementara anak laki-laki sering mengekspresikan kasih sayang melalui aktivitas atau perilaku non-verbal. Perbedaan ini membuat ayah lebih mudah menangkap dan merespons kebutuhan emosional anak perempuan, sehingga terlihat lebih care.
4. Peran ayah sebagai figur emosional pertama bagi anak perempuan
Bagi banyak anak perempuan, ayah adalah figur laki-laki pertama dalam hidup yang membentuk rasa aman, harga diri, dan gambaran relasi. Kesadaran baik disadari maupun tidak membuat ayah lebih berhati-hati dan terlibat secara emosional. Hubungan ini sering dibangun dengan komunikasi yang lebih lembut dan penuh perhatian.
5. Ekspektasi sosial terhadap anak laki-laki
Anak laki-laki sering dibesarkan dengan ekspektasi untuk lebih tahan banting, tidak cengeng, dan mampu menghadapi masalah sendiri. Tanpa disadari, ayah bisa mengurangi ekspresi kepedulian secara terbuka kepada anak laki-laki karena takut dianggap melemahkan. Padahal, kebutuhan emosional mereka sama besarnya.
6. Bukan kurang sayang, tetapi cara menyayanginya berbeda
Perhatian ayah yang tampak berbeda bukan berarti rasa sayang yang timpang. Banyak ayah mengekspresikan cinta kepada anak laki-laki melalui dorongan kemandirian, disiplin, dan aktivitas bersama, sementara kepada anak perempuan melalui perlindungan dan komunikasi emosional. Perbedaan ini sering disalahartikan sebagai pilih kasih.
7. Pentingnya kesadaran dan keseimbangan dalam pola asuh
Menyadari perbedaan perlakuan adalah langkah penting bagi orang tua. Ayah yang sadar akan dinamika ini dapat berusaha menyeimbangkan cara mengekspresikan kasih sayang kepada semua anak, tanpa terjebak pada stereotip gender. Anak laki-laki pun perlu ruang aman untuk mengekspresikan emosi dan menerima perhatian yang hangat.
Persepsi bahwa ayah lebih care pada anak perempuan sering kali berakar pada naluri, budaya, dan cara berbeda dalam mengekspresikan kasih sayang. Memahami hal ini membantu keluarga melihat dinamika dengan lebih jernih, tanpa saling menyalahkan.

