Connect with us

Kiat Simpan Kardus Agar Tidak Jamuran Sebelum Disetor ke Bank Sampah

DIY

Kiat Simpan Kardus Agar Tidak Jamuran Sebelum Disetor ke Bank Sampah

Kardus bekas sering menjadi salah satu jenis sampah yang paling mudah dikumpulkan untuk disetor ke bank sampah. Selain bernilai ekonomis, kardus juga termasuk material yang dapat didaur ulang dengan baik. Namun, banyak orang menghadapi masalah yang sama yakni kardus yang disimpan terlalu lama justru menjadi lembap, berbau, bahkan ditumbuhi jamur.

Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas kardus, tetapi juga dapat membuat harga jualnya berkurang atau bahkan ditolak oleh pihak pengelola bank sampah. Agar hal tersebut tidak terjadi, penting untuk mengetahui cara penyimpanan kardus yang benar di rumah.

1. Pastikan kardus dalam kondisi kering
Sebelum disimpan, periksa terlebih dahulu apakah kardus benar-benar kering. Kardus yang pernah terkena air hujan, tumpahan minuman, atau kelembapan dari lantai memiliki risiko lebih tinggi mengalami pertumbuhan jamur.

Jika kardus terasa sedikit lembap, jemur terlebih dahulu di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara baik hingga benar-benar kering. Hindari menyimpan kardus yang masih menyimpan kadar air karena jamur dapat berkembang hanya dalam beberapa hari.

2. Lipat kardus untuk menghemat ruang
Kardus yang sudah tidak digunakan sebaiknya dilipat hingga rata. Selain membuat area penyimpanan lebih rapi, cara ini juga membantu mengurangi celah yang dapat menjadi tempat berkumpulnya debu dan kelembapan.

Kardus yang ditumpuk dalam kondisi terlipat juga lebih mudah dipindahkan ketika waktunya disetor ke bank sampah.

3. Hindari menyimpan langsung di atas lantai
Salah satu penyebab utama kardus cepat rusak adalah kontak langsung dengan lantai. Lantai, terutama di area gudang, dapur, atau teras, sering menyimpan kelembapan yang tidak terlihat.

Gunakan alas seperti palet plastik, rak, bangku kecil, atau papan kayu untuk memberi jarak antara kardus dan lantai. Dengan begitu, sirkulasi udara di bagian bawah tetap terjaga dan risiko jamur dapat diminimalkan.

4. Pilih tempat dengan sirkulasi udara baik
Kardus sangat rentan terhadap lingkungan yang pengap dan lembap. Karena itu, pilih lokasi penyimpanan yang memiliki aliran udara cukup baik.

Hindari menumpuk kardus di sudut ruangan yang tertutup rapat atau area yang jarang mendapatkan ventilasi. Jika memungkinkan, buka jendela secara berkala agar udara dapat berganti dan kelembapan ruangan tidak meningkat.

5. Jauhkan dari dinding yang lembap
Banyak orang menumpuk kardus menempel langsung pada dinding untuk menghemat tempat. Padahal, dinding tertentu dapat menyimpan kelembapan, terutama saat musim hujan atau pada ruangan yang kurang mendapatkan sinar matahari.

Sisakan sedikit jarak antara tumpukan kardus dan dinding agar udara tetap dapat mengalir. Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko munculnya bercak jamur pada permukaan kardus.

6. Pisahkan kardus dari sampah organik
Jangan mencampur kardus dengan sampah dapur, sisa makanan, atau bahan organik lainnya. Selain mengundang serangga dan tikus, sampah organik dapat meningkatkan kelembapan di sekitar area penyimpanan.

Sebaiknya siapkan area khusus untuk menyimpan material daur ulang seperti kardus, kertas, botol plastik, dan kaleng agar tetap bersih hingga waktu penyetoran tiba.

7. Jangan menyimpan terlalu lama
Meski sudah disimpan dengan benar, kardus sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk berbulan-bulan. Semakin lama disimpan, semakin besar peluang terkena debu, kelembapan, dan kerusakan fisik.

Buat jadwal rutin untuk menyetor hasil pemilahan ke bank sampah, misalnya setiap dua minggu atau sebulan sekali. Selain rumah lebih rapi, kualitas kardus juga tetap terjaga.

Menyimpan kardus untuk disetor ke bank sampah sebenarnya tidak sulit, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Pastikan kardus selalu dalam kondisi kering, tidak bersentuhan langsung dengan lantai, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta terhindar dari sumber kelembapan.

Dengan penyimpanan yang benar, kardus tetap bersih, bebas jamur, dan memiliki nilai daur ulang yang lebih baik saat disetorkan. Selain membantu menjaga lingkungan, kebiasaan sederhana ini juga membuat rumah tetap rapi dan nyaman.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di DIY

Advertisement
To Top