Terkini
Program Studi Sastra Jepang FBA Unmas Denpasar dan Kumamoto Gakuen University Perkenalkan Budaya Anak Muda Jepang kepada Siswa SMK PGRI 5 Denpasar
Denpasar, 31 Agustus 2026 – Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Bahasa Asing (FBA), Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menjalin kerja sama internasional dengan Kumamoto Gakuen University, Jepang, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk pengenalan budaya anak muda Jepang. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di SMK PGRI 5 Denpasar, Bali, dan diikuti oleh siswa kelas XII.
Dalam kegiatan ini, para siswa diperkenalkan dengan berbagai fenomena budaya populer Jepang yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Materi yang disampaikan mencakup tren fotografi menggunakan kamera retro, aksesori dekoratif seperti gantungan kunci dan stiker, budaya gashapon atau mesin kapsul mainan, aplikasi yang sedang populer di kalangan anak muda Jepang, hingga tes kepribadian yang menjadi salah satu bentuk hiburan dan tren interaksi sosial.Antusiasme peserta semakin terlihat ketika kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung seni tradisional Jepang, yaitu shodou (kaligrafi Jepang) dan origami (seni melipat kertas). Melalui praktik shodou, siswa memperoleh pengalaman menulis huruf Jepang menggunakan kuas dan tinta, sedangkan melalui origami, siswa diajak mengenal kreativitas masyarakat Jepang dalam menghasilkan berbagai bentuk karya melalui teknik melipat kertas.
Perpaduan pengenalan budaya populer dan praktik seni tradisional ini memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik bagi para siswa. Mereka dapat melihat bahwa budaya Jepang tidak hanya berkembang melalui tren modern yang digemari anak muda, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sastra Jepang FBA Unmas Denpasar dan Kumamoto Gakuen University berharap dapat memperluas wawasan siswa mengenai bahasa dan budaya Jepang, sekaligus menumbuhkan ketertarikan untuk mengenal lebih jauh masyarakat Jepang. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama internasional antara kedua institusi melalui kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat secara langsung bagi lingkungan sekolah.
Kegiatan pengenalan budaya anak muda Jepang ini menjadi wujud nyata bahwa kerja sama internasional perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada lingkungan akademik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan edukatif yang menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.

