Career
3 Jenis Burnout Pekerja Zaman Now, Bisa Saja Kamu Mengidap Salah Satunya!
Istilah burnout adalah istilah yang familiar di masa kini, di mana banyak pekerja yang mengalami gejala seperti kurang bersemangat bahkan muak dengan pekerjaan yang dihadapi.
Burnout rentan terjadi pada siapapun yang sudah memasuki usia produktif dan belum fasih beradaptasi dengan hiruk pikuk dunia kerja.
Dalam buku Feel Good Productivity karya Ali Abdaal, burnout diklasifikasikan menjadi 3 jenis yakni:
1. Overexertion Burnouts
Burnout ini terjadi saat kamu mengerjakan terlalu banyak hal hingga membuatmu kelabakan dan akhirnya tidak menyelesaikan apapun. Cara mengenalinya adalah dengan memperhatikan dan mengevaluasi apa saja hal-hal yang kamu kerjakan di keseharian.
Apakah itu sesuai dengan jobdesc bidang pekerjaanmu? Apakah itu menambah manfaat dan profit untukmu? Dan apakah kamu memiliki kapasitas waktu dan energi untuk menyelesaikan semuanya dalam satu waktu?
Pertanyaan ini akan membantumu lebih kritis dan selektif dalam memilih mana pekerjaan yang layak kamu kerjakan, mana yang bisa didelegasikan, dan mana yang semestinya dieliminasi atau dikesampingkan.
2. Depletion Burnouts
Burnout jenis ini sesungguhnya masih punya hubungan yang erat dengan jenis sebelumnya. Jika Overexertion burnouts cenderung karena mengerjakan terlalu banyak hal, depletion burnouts disebabkan oleh kurang istirahat.
Kamu mungkin bekerja di satu bidang saja, namun saking antusiasnya atas bidang tersebut akhirnya membuatmu melupakan istirahat. Selain itu, ambisimu menuntaskan suatu project hingga kekurangan istirahat juga bisa membuatmu mengalami jenis burnout yang satu ini.
Ingat, kamu manusia yang butuh istirahat. Antusias dan ambisius adalah hal yang memang diperlukan di ranah pekerjaan, namun jangan sampai mengesampingkan personal life salah satunya mengistirahatkan diri.
3. Misalignment Burnouts
Nah kalau jenis burnout yang satu ini sepertinya banyak dialami oleh anak muda masa kini di mana mereka mereka bisa mengalami misalignment burnouts karena mengerjakan sesuatu yang tidak membuatnya happy.
Kebanyakan pekerja zaman now memang sangat idealis dalam menentukan pekerjaan dan profesi yang ingin digeluti, namun tak jarang mereka dihadapkan oleh realita dunia kerja bahwa pekerjaan tertentu yang mereka asumsikan bisa membuat mereka bahagia ternyata tidak semembahagiakan itu.
Belum lagi berada di tengah rekan kerja serta di dalam lingkungan kerja yang toxic, namun mereka mesti terpaksa tetap mengerjakannya karena beberapa alasan. Apakah kamu juga punya pengalaman terkait jenis burnout ini?
Solusinya adalah bertahan jika bisa bertahan, beralih jika sudah tidak tahan. Setiap pekerja semestinya punya bidang serta lingkungan kerjanya masing-masing sesuai kemampuan dan karakter mereka, temukan yang paling sesuai dengan kamu, yang baik buruknya bisa kamu toleransi tanpa keluhan.
Jadi apakah kamu sempat mengalami salah satu jenis burnout di atas? Atau malah mengalami ketiganya sekaligus?
Segera ambil keputusan ya terkait keberlangsungan kerjamu dan jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog atau profesional health jika burnout mengganggu produktivitas bahkan kesehatanmu secara menyeluruh.

