Career
Kinerja Tim Anjlok? Imbas Rekan Kerja Mengulang Kesalahan, Begini Cara Menyikapinya
Dalam dunia kerja, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Itu normal. Namun, masalah mulai muncul ketika ada rekan kerja yang mengulang kesalahan serupa berkali-kali hingga berdampak pada produktivitas tim. Situasi seperti ini bisa menimbulkan frustrasi, rasa tidak adil, bahkan konflik jika tidak ditangani dengan bijak.
Agar kerja sama tetap harmonis dan kinerja tim tidak terganggu, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.
1. Mulai dengan mengobservasi pola dan penyebab
Sebelum bereaksi, cari tahu terlebih dulu apa pola kesalahannya yaitu terjadi di tugas tertentu, waktu tertentu, atau situasi tertentu? Dengan memahami akar masalahnya yakni apakah karena kurang teliti, beban berlebih, kurang paham instruksi, atau faktor pribadi, kamu bisa menentukan cara komunikasi yang lebih tepat dan efektif.
2. Sampaikan feedback secara privat, bukan di depan tim
Mengoreksi rekan kerja di depan banyak orang bisa membuat mereka defensif. Lebih baik ajak bicara secara empat mata. Gunakan bahasa yang netral dan fokus pada dampaknya, bukan menyerang pribadi. Misalnya, “Kesalahan input data ini bikin laporan jadi molor. Apa yang bisa kita lakukan supaya ini nggak terulang?” Pendekatan ini membuat mereka lebih terbuka menerima masukan.
3. Jelaskan dampaknya pada kinerja tim tanpa menghakimi
Kadang seseorang tidak sadar bahwa kesalahannya berdampak luas. Tunjukkan efek riilnya, misal menghambat timeline, menambah kerja orang lain, atau membuat klien menunggu. Gunakan kalimat kolaboratif seperti, “Supaya tim kita tetap on track, kita perlu memastikan bagian ini tidak terulang lagi,” dengan begitu, mereka merasa bagian dari solusi, bukan dipermalukan.
4. Tawarkan bantuan atau solusi konkret
Alih-alih hanya menunjuk kesalahan, bantu mereka menemukan solusi. Misalnya menyarankan checklist kerja, membuat SOP kecil, melakukan double check bersama, mengatur jadwal kerja lebih realistis, memberi contoh langkah yang benar. Ketika mereka merasa didukung, perubahan lebih mudah terjadi.
5. Berikan kejelasan, ekspektasi harus apa dan standarnya bagaimana
Kadang masalahnya adalah ekspektasi yang tidak pernah dinyatakan dengan jelas. Pastikan mereka tahu standar pekerjaan, batas waktu, serta kualitas yang diharapkan. Penjelasan yang spesifik mengurangi kemungkinan miskomunikasi sekaligus menjadi acuan yang solid untuk evaluasi.
6. Libatkan atasan jika masalah terus berulang
Jika kesalahan tetap terjadi meski sudah diberi feedback dan solusi, saatnya mengkomunikasikan hal ini pada atasan. Ini bukan mengadu, tetapi bagian dari menjaga kualitas kerja tim. Atasan bisa memberi pelatihan tambahan, restrukturisasi tugas, atau evaluasi yang lebih formal jika memang diperlukan.
7. Tetap profesional dan jaga batas emosi
Frustrasi itu wajar, tetapi penting untuk tidak membiarkan emosi mempengaruhi sikap. Fokuslah pada tugas dan solusi, bukan isu personal. Dengan menjaga profesionalitas, kamu membantu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan lebih produktif.
Rekan kerja yang sering mengulang kesalahan memang bisa bikin kesal, tetapi dengan komunikasi yang tepat dan pendekatan solutif, perbaikan tetap mungkin terjadi. Fokus pada pola, berikan feedback dengan hormat, tawarkan solusi, dan eskalasi jika memang perlu. Tujuan akhirnya adalah menjaga ritme kerja tim tetap stabil sambil tetap menghargai manusia di balik pekerjaan itu.

