Terkini
Berkat Pandai Memainkan Rebab, Wayan Sanglah Tour Ke 4 Negara
Pria kelahiran 1966 ini, sudah menggeluti instrumen rebab sejak tahun 1985, tepatnya ketika masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Gianyar. I Wayan Sanglah namanya.
Kecintaannya atas alat musik yang menjadi pemanis nada gambelan ini, telah membawanya ke empat negara
Mulai dari pentas di Amerika tahun 1991, Singapura sebanyak enam kali (1992-1994), Taiwan (1995), dan Jepang (1997). Selain itu, Sanglah juga merupakan pemain rebab dalam setiap festival gong kebyar di Pesta Kesenian Bali (PKB) mewakili Kabupaten Gianyar, dari tahun 1985, 1986, 1987 dan terakhir 1996. “Setelah saya kuliah di STSI, tak lagi mewakili sebagai pemain rebab PKB. Karena saat itu, kalau sudah sekolah di STSI, tidak boleh lagi ikut festival, karena dinilai sudah menguasai bidang kesenian,” ujarnya.
Saat itu, kesenian yang dipertunjukkan duta Gianyar, selalu menjadi peserta favorit dalam festival di PKB. Sebagai seorang seniman rebab, Sanglah sangat ingin Bali memiliki banyak bibit muda pemain rebab. Karena itu, ia pun tak segan mengajarkan masyarakat lokal tanpa dipungut bayaran. Namun dengan syarat, yang bersangkutan harus benar-benar ingin belajar.
Saat ini, tak sedikit anak didiknya berasal dari luar negeri, walaupun mayoritas anak didiknya merupakan lokal. “Kalau niatnya belajar kecil, persentase keberhasilan juga kecil. Sebab belajar rebab relatif rumit, perpaduan antara perasaan dan teknik tangan. Kalau niat tak kuat, akan mudah menyerah, lalu tidak jadi apa-apa,” ujarnya.
Sanglah diapndu oleh gurunya di SMAN 1 Gianyar, saat itu, pembina tabuh SMAN 1 Gianyar, merupakan seorang guru sekolah setempat, I Ketut Tama (Singapadu), yang juga komposer gong kebyar Gianyar. Berkat gurunya tersebut, Sanglah pun mendapat kepercayaan sebagai pemain rebab Gong Kebyar Gianyar dalam setiap PKB, hingga ia kuliah di STSI. “Astungkara, dengan bermain rebab, saya bisa mengabdi pada Gianyar, dan juga dapat bepergian ke empat negara,” ujarnya.
Sumber; denpasarkota.go.id

