Connect with us

Desa Adat Denpasar Dievaluasi Tim Sabha Upadesa Kota Denpasar

Terkini

Desa Adat Denpasar Dievaluasi Tim Sabha Upadesa Kota Denpasar

Sebagai upaya untuk terus mendukung penguatan desa adat di Kota Denpasar, Pemkot Denpasar kembali menggelar Evaluasi Desa Adat. Tahun ini, Desa Adat Denpasar didapuk menjadi wakil Kecamatan Denpasar Barat  yang dievaluasi oleh Tim Sabha Upadesa Kota Denpasar serangkaian Evaluasi Pembinaan Penataan Desa Pakraman tahun 2019  Tingkat Kota Denpasar di Wantilan Pura Tambang Badung, Senin (12/8) sore. Dalam kegiatan ini, Desa Adat Denpasar turut mengikutsertakan 105 banjar adat.

Evaluasi Desa Pakraman ini dihadiri dan disaksikan langsung Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, yang sekaligus membuka Evalusi Desa Pakraman Kota Denpasar. Hadir pula dalam evaluasi ini, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Muliawan Arya, Sekda Kota Denpasar, IGN Rai Iswara, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram, Camat Denpasar Barat, A.A Ngurah Made Wijaya, Ketua Tim Panureksa Sabha Upadesa Kota Denpasar, I Wayan Butuantara, Jero Bendesa Adat Padang Sambian, Jero Bendesa Denpasar, Penglingsir Puri Pemecutan, Penglingsir Puri Jambe, Tim Sabha Upadesa, dan Krama Desa Adat Denpasar.

“Penilaian Evaluasi Pembinaan Penataan Desa Pakraman ini janganlah dijadikan suatu beban, akan tetapi jadikanlah suatu kebutuhan untuk masyarakat semua, dikarenakan kebudayaan adalah sebuah kebutuhan di Bali. Ini salah satu cara mengangkat harkat dan martabat atau harga diri kebudayaan kita sebagai orang Bali, sebab kebudayaan adalah sebuah harga diri. Kebudayaan ini sangat dekat dengan Desa Pakraman, di sinilah bibit-bibit kebudayaan harus terus dikembangkan dan dipertahankan,” papar Jaya Negara.  

Lebih lanjut dikatakan, era globalisasi merupakan tantangan sebuah Desa Pakraman dalam mempertahankan kebudayaan yang harus didasari oleh konsep Tri Hita Karana yang meliputi, Parahyangan yang merupakan kepercayaan terhadap Tuhan, Pawongan merupakan perwujudan antar sesama manusia, dan Palemahan perwujudan alam semesta atau lingkungan/wilayah yang merupakan inti dari sebuah kebudayaan yang harus di jalani.

Karenanya, diperlukan strategi kegiatan kebudayaan dalam sebuah obyek sebagai unsur-unsur sebuah kebudayaan, yang mana unsur kebudayaan tersebut terdiri tujuh unsur yang meliputi, agama, aksara, seni, organisasi sosial, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Ketujuh unsur inilah yang disebut dengan Ketahanan Desa Pakraman.

Sementara itu, Ketua Tim Panureksa Sabha Upadesa Kota Denpasar mengatakan, Evaluiasi Lomba Pembinaan Penataan Desa Pakraman tahun 2019 Tingkat Kota Denpasar di masing-masing kecamatan ini dilaksanakan guna memberikan pembinaan kepada desa pakraman untuk meningkatkan peran sertanya dalam menggali, melestarikan, dan mengembangkan adat dan budaya Bali.

Dikarenakan Denpasar merupakan titik pertemuan masyarakat Bali untuk mencari nafkah, jadi dengan pembinaan ini kebudayaan di Denpasar bisa tetap dipertahankan. Selain juga untuk meningkatkan ketahanan sebuah desa pakraman, kegiatan ini juga berfungsi untuk menjaga indentitas budaya agar tidak hilang begitu saja. (Gus)

Sumber; denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Terkini

Advertisement
To Top