Family
Jadi Mama Papa Bahagia Yuk, Coba Deh Terapkan ‘Stoic Parenting’
Orang tua manapun pasti ingin mendidik anak mereka dengan baik, hanya saja baik dari sudut pandang orang tua yang satu belum tentu baik juga untuk orang tua lainnya. Maunya jadi mama papa bahagia, tapi malah overthinking sama cara mendidik selama ini sudah benar atau belum.
Sudah saatnya kamu mencoba metode stoic parenting. Ini adalah metode yang menyarankan orang tua menjadi lebih fokus, rasional, mindful, tidak gampang cemas dan tidak terlalu mengontrol anak berdasarkan apa yang dianggap benar.
Lalu bagaimana menjadi orang tua yang stoic? Kamu bisa belajar dari ciri-cirinya, dan tentu ini bisa kamu terapkan dalam keseharian bersama pasanganmu agar keinginan menjadi mama papa bahagia bisa terwujud.

1. Tidak membandingkan diri dan orang tua lain
Sering ngobrol dengan orang tua lain ternyata tidak selalu baik lho, seringnya pencapaian orang tua lain memunculkan rasa rendah diri atau insecure. Lantas apakah sebaiknya langsung menutup diri begitu saja? Tentu tidak! Diskusi dengan orang tua lain tetap dibutuhkan agar kamu punya sudut pandang yang berbeda, bukan untuk bersaing atau ikut-ikutan cara mereka. Dalam penerapannya, orang tua yang stoic akan fokus mengembangkan diri dan mengapreasi setiap keberhasilan anak.
2. Sadar ada hal-hal terkait anak yang di luar kendali orang tua
Poin ini mesti banget disadari oleh para orang tua. Banyak yang berpikir bagaimana anak bertumbuh dan berkembang adalah hasil dari kontrol orang tua. Padahal ada beberapa hal seperti kondisi fisik, personality, kecakapan dan ketertarikan anak itu menjadi bagian dari diri anak itu sendiri. Selain itu, cara anak bergaul dan memilih teman, kompetisi yang dihadapi anak, serta dalam lingkup yang lebih besar seperti beda privilege dan kesenjangan sosial tidak bisa diatur semuanya oleh orang tua. Maka kembali ke poin awal, fokus saja terhadap tumbuh kembang dan keunikan yang menjadi bagian dari diri si anak.
3. Mesti berani mengatakan “Tidak”
Keterkaitan relasi dengan orang tua lain memang tidak bisa diabaikan ketika sudah menjadi orang tua, maka bersiaplah untuk mendengar berbagai saran dan ajakan. Misal ajakan untuk daftar les atau bimbel anak, ajakan tersebut tidak mesti diiyakan kok. Mesti berani bilang tidak, apalagi kalau anak memang tidak tertarik dan kurang sreg dengan aktivitas les atau bimbel tersebut. Tidak perlu ikut-ikutan orang tua lain, ingat tetaplah fokus pada anak. Kembangkan potensi belajar di ranah yang memang anak suka. Kalau kamu punya keterampilan tertentu dan anak senang mempelajarinya juga, kamu bisa mengajarinya langsung kan?
Stoic parenting itu adalah metode sederhana yang orang tua manapun bisa menerapkannya, asalkan orang tua memang mau sama-sama belajar bersama anak dan memahami bagaimana anak tumbuh dan berkembang tanpa menjadikan anak serta orang tua lain sebagai patokan.

