Connect with us

Ketua DPRD Badung Hadiri Karya Mecaru dan Melaspas di Pura Dalem Kahyangan Kuta

Terkini

Ketua DPRD Badung Hadiri Karya Mecaru dan Melaspas di Pura Dalem Kahyangan Kuta

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama anggota Nyoman Graha Wicaksana mendampingi Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta dan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Mecaru, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Kahyangan dan Pura Penataran Desa Adat Kuta, Rabu (18/2). Upacara tersebut merupakan rangkaian penyucian bangunan pura secara sekala dan niskala pasca pembangunan serta pemugaran, sekaligus menetralisir pengaruh negatif agar kesucian kawasan tetap terjaga.

Turut hadir Camat Kuta D. Ngurah Bhayudewa, Sekcam Kuta Made Agus Suantara, Lurah Kuta Putu Dedik Adi Ardiana, Ketua LPM Kuta Putu Adnyana, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana, perwakilan PHDI Kabupaten Badung, serta MDA Kabupaten Badung.

Di sela-sela acara, I Gusti Anom Gumanti menegaskan bahwa Karya Mecaru, Melaspas, dan Mendem Pedagingan merupakan bagian penting dalam prosesi penyucian stana Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang ada di pura dan wajib dilaksanakan umat Hindu sebagai wujud bhakti secara lahir dan batin. Menurutnya, pelaksanaan karya bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk tanggung jawab spiritual masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam semesta.

Ia menyampaikan harapannya agar melalui upacara suci tersebut, sradha dan bhakti umat semakin meningkat serta mampu mempererat persatuan dan keharmonisan masyarakat, khususnya di Desa Adat Kuta. “Momentum karya ini hendaknya dimaknai sebagai penguatan kebersamaan krama adat, sehingga tetap solid, rukun, dan harmonis dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama di tengah dinamika perkembangan pariwisata,” ujarnya.

Sebagai pimpinan DPRD Badung, pihaknya juga menegaskan komitmen lembaga legislatif dalam mendukung pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali melalui kebijakan maupun penganggaran daerah. Ia menilai pura tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bali yang harus dijaga keberlangsungannya oleh generasi sekarang dan mendatang.

Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat serta melestarikan keberadaan pura sebagai warisan leluhur, sekaligus memperkuat identitas budaya Bali di tengah arus modernisasi. Pelaksanaan karya diharapkan juga dapat semakin memperkuat fungsi pura sebagai pusat spiritual sekaligus memperkokoh nilai kebersamaan masyarakat adat di tengah pesatnya perkembangan kawasan pariwisata Kuta. “Dengan terjaganya kesucian pura dan keharmonisan masyarakat, kita berharap kesejahteraan dan kedamaian wilayah juga ikut terwujud,” harapnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana melaporkan bahwa rampungnya pemugaran dan pembangunan di kedua pura tersebut perlu disertai pelaksanaan karya sebagai proses penyucian secara sekala terhadap stana Ida Betara.

Ia menjelaskan, pembangunan di Desa Adat Kuta didukung Dana Hibah Fisik APBD Induk Tahun 2025 sebesar Rp14 miliar. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Badung juga memberikan bantuan untuk Pura Desa Desa Adat Kuta sebesar Rp9,5 miliar serta Pura Puseh sebesar Rp15 miliar.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Terkini

Advertisement
To Top