Connect with us

Move On Bukan Lomba! Bedanya Pria vs Wanita Pasca Berpisah

Relationship

Move On Bukan Lomba! Bedanya Pria vs Wanita Pasca Berpisah

Ketika hubungan berakhir, satu pertanyaan yang sering muncul adalah siapa yang lebih cepat move on pria atau wanita? Banyak mitos beredar, tetapi secara emosional dan psikologis, proses ikhlas ternyata tidak sesederhana gender. Berikut penjelasan yang lebih objektif.

1. Cara kerja emosi pria dan wanita memang berbeda
Secara psikologis, wanita cenderung memproses emosi saat perpisahan segera setelah hubungan selesai. Mereka menangis, curhat, merenung, bahkan merasa sangat jatuh. Meski tampak lebih hancur di awal, proses ini justru membuat mereka lebih cepat mencapai tahap menerima. Sebaliknya, pria sering terlihat baik-baik saja. Mereka cenderung menekan emosi, mengalihkan diri ke aktivitas lain, atau terlihat tidak apa-apa. Tapi proses ini membuat mereka menghadapi luka lebih lambat, sehingga rasa kehilangan sering muncul belakangan.

2. Wanita biasanya lebih dulu ikhlas, tapi karena banyak factor
Penelitian dan psikologi sosial menunjukkan bahwa wanita sering lebih cepat pulih karena mereka punya ruang untuk mengekspresikan emosi (curhat ke teman, menangis, journaling), sistem dukungan sosial mereka lebih kuat, mereka lebih terbiasa mengevaluasi hubungan secara mendalam. Inilah yang membuat mereka terlihat sudah menerima lebih dulu. Namun, ini bukan aturan baku, banyak wanita juga butuh waktu lama, apalagi jika hubungan berlangsung lama atau sangat signifikan.

3. Pria tampak lebih cepat move on, tapi sering lebih lambat ikhlas
Pria sering lebih cepat mencari distraksi setelah putus bekerja lebih keras, hangout, sampai menjalin kedekatan baru. Ini membuat mereka terlihat move on dengan cepat.
Namun, secara emosional, mereka baru memproses kehilangan setelah distraksi mereda. Karena itu, banyak pria mengalami delayed grief, rasa kehilangan muncul beberapa bulan kemudian. Dari sinilah muncul kesan bahwa pria butuh waktu lebih lama untuk benar-benar ikhlas.

4. Faktor kepribadian jauh lebih berpengaruh daripada gender
Kecepatan seseorang menerima kenyataan tidak ditentukan oleh gender saja, tetapi tingkat kelekatan (secure, anxious, avoidant), kematangan emosional, cara mengelola stress, riwayat hubungan dan seberapa besar investasi emosional. Orang yang punya emotional maturity tinggi, baik pria maupun wanita biasanya lebih cepat sampai ke tahap menerima.

5. Ikhlas itu proses personal tidak ada waktu yang sama untuk semua
Yang paling penting ikhlas tidak bisa dibandingkan lintas gender. Ada yang satu minggu sudah plong, ada yang satu tahun masih belajar pelan-pelan. Yang menentukan adalah mau menghadapi rasa sakit atau menghindari, ada support system atau tidak, ada closure atau tidak, seberapa siap seseorang melepaskan idealisasi hubungan. Ikhlas adalah proses menyadari bahwa masa lalu tidak bisa diubah, dan kita punya kendali atas langkah ke depan.

Wanita biasanya memulai proses ikhlas lebih cepat karena langsung merasa dan memproses. Pria sering menyelesaikan proses ikhlas lebih lambat karena baru menghadapi luka setelah distraksi hilang. Namun, yang benar-benar menentukan adalah kejujuran menghadapi rasa sakit, bukan gender.

Kalau saat ini kamu sedang dalam proses menerima, ingat bahwa tidak apa-apa berjalan pelan. Ikhlas tidak harus cepat yang penting, setiap langkah mengarah ke versi dirimu yang lebih kuat dan damai.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Relationship

Advertisement
To Top