Terkini
Regenerasi Pengrajin Perak, Universitas Ngurah Rai Bersama Yan Yan Silver Lakukan Pelatihan Di Desa Adat Negara, Batuan Gianyar
Bentuk pengabdian Masyarakat, Universitas Ngurah Rai Bersama Mitra Yan Yan Silver Lakukan Sosialiasi dan Pelatihan Guna Regenerasi Pengrajin Perak di Desa Adat Negara Batuan, Gianyar
Gianyar – Desa Adat Negara Batuan Gianyar hingga saat ini masih mempertahankan warisan kerajinan perak bagi warganya walau ditengah pandemi. Situasi ini didukung dengan masih adanya kelompok-kelompok pengrajin perak. Namun Kelompok 2 dalam Kuliah Aplikatif Terpadu Tahun Ajaran 2021/2022 Universitas Ngurah Rai melihat masih minimnya regenerasi pengrajin perak di Desa Adat Negara. Melihat permasalah ini, Kelompok 2 dalam KAT UNR 2021 tergerak untuk mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi regenerasi pengrajin perak yang ada di Desa Adat Negara Batuan Gianyar.
Dalam kegiatan ini, kelompok 2 dan dosen pendamping KAT UNR yang diketuai oleh Dr. Putu Eka Trisna Dewi, S.H., M.H., dan I Komang Suargita, S.Sos., M.AP., sebagai anggota menjalin kerja sama dengan Yanyan Silver. Yan Yan Silver merupakan salah satu usaha kerajinan perak yang mempunyai tujuan utama untuk menjaring dan mengakomodir kebutuhan kerja masyarakat desa sehingga terjalin kerja sama yang baik antara Yan Yan Silver dan para pengrajin lokal desa Adat Negara.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari dimana pembukaan dilaksanakan pada Sabtu (11/12) dan berakhir pada Minggu (12/12). Kegiatan ini merupakan implementasi pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk kembali membangkitkan geliat anak muda dalam meneruskan dan mengembangkan kebudayaan desa khususnya dibidang kerajinan perak.

“Dalam kegiatan hari ini, kami dari Universitas Ngurah Rai dengan (bersama-sama) Yan Yan Silver mengadakan sosialisasi sekaligus pelatihan bagi regenerasi pengrajin perak Desa Adat Negara” terang Ketua Dosen Pembimbing Dr Putu Eka Trisna Dewi, SH, MH, saat ditemui ditempat kegiatan.
Kegiatan ini melibatkan 10 orang regenerasi pengrajin perak yang memiliki minat dan bakat dibidang ini. Ketua Kelompok Pengrajin perak sekaligus Pemilik Yan Yan Silver menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama sebab diera digital ini, minat anak muda untuk mempelajari kerajinan perak mulai menurun. “Semoga dengan kegiatan ini, regenerasi pengrajin perak dapat kembali membangkitkan seni dan budaya ini sehingga dapat berkembang baik dari segi jumlah pengrajin maupun pangsa pasarnya” ucap I Nyoman Suarjana.
Disinggung tentang kegiatan ini, Ketua Kelompok 2, Hendra Setiawan mengatakan bahwa pada dasarnya minat dan bakat anak-anak muda di Desa Adat Negara sangat tinggi sehingga dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini tidak ditemukan masalah berarti. “Saya melihat anak-anak antusian mengikuti kegiatan ini. Disamping tingginya niat dan minat, bakat mereka pun sebagai regenerasi penerus pengrajin perak sangat terlihat. Saya berharap semoga kedepannya adik-adik ini dapat menjadi tonggak penerus warisan leluhur di Desa Adat Negara utamanya dalam bidang kerajinan perak” tambahnya. (*)

