Terkini
Universitas Ngurah Rai Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat KAT Kelompok 1 Menggelar Pelatihan dan Regenerasi Serati Banten Desa Batuan Gianyar
Bali adalah daerah dengan adat budaya yang masih terjaga dengan baik. Batuan adalah satu diantara banyak nya desa di Gianyar yang masih melestarikan adat dan budayanya dari dulu hingga saat ini. Di Bali dikenal dengan banyak dan padatnya upacara keagamaan dan upacara adat yang disetiap prosesinya menggunakan upakara yang disebut banten. Serati banten merupakan ujung tombak dari semua kegiatan upacara yang digelar. Serati Banten merupakan seseorang yang memiliki keahlian, baik dari segi etika maupun kemampuan, dalam membuat perlengkapan upacara keagamaan khususnya banten dan sesaji di lingkungan masyarakat Hindu. Banten yang dibuat harus berlandaskan rasa tulus ikhlas dan etika yang baik sehingga meningkatkan arti serta makna suatu upacara.

Melihat begitu pentingnya peran serati banten dalam aktifitas adat dan keagamaan di Bali maka Universitas Ngurah Rai melalu program pengabdian kepada masyarakat KAT Kelompok 1 menggelar pelatihan dan regenerasi serati banten Desa Batuan Gianyar. Tujuan dari pelaksanaan Kegiatan pelatihan dan regenerasi serati banten ini adalah untuk memberikan motivasi pembinaan dan transfer ilmu kepada para generasi muda yaitu remaja-remaja putri pada khususnya di Desa Batuan dalam mengenalkan proses pembuatan perlengkapan upacara keagamaan, yang dalam hal ini adalah banten untuk berbagai upacara Yadnya sebagai bentuk upaya regenerasi serati banten di Desa Batuan.
Pengabdian kepada masyarakat KAT Kelompok 1 diikuti oleh 24 orang mahasiswa dan mahasiswi Universitas Ngurah Rai dari lintas fakultas serta di damping dosen pendamping yang terdiri dari Ketua dosen pendamping yaitu Ibu Dr. Putu Eka Trisna Dewi,SH.,MH.,CLA dari Fakultas Hukum, dan 4 (empat) orang anggota dosen pendamping yaitu Bapak Dr Putu Gede Denny Herlambang.ST., MM dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ibu Dr. Ir. Ni Kadek Astariani, ST., MT., IPM dari Fakultas Teknik, I Nyoman Suargita, S.Sos., MAP dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, dan Bapak Tjokorda Gde Agung Wijaya K.S, BComm., MIntBus., CMA dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Pelatihan dan regenerasi serati banten Desa Batuan Gianyar ini diadakan di Wantilan Bale Banjar Tegeha Desa Batuan, selain dihadiri 24 orang mahasiswa Universitas Ngurah Rai dan 5 orang dosen pendamping, kegiatan ini dihadiri oleh Kelian Adat Banjar Tegeha Desa Batuan yaitu Bapak Nyoman Cakra, Pemuda Pemudi Banjar Tegeha Desa Batuan, Para Serati Banten Banjar Tegeha Desa Batuan yang akan melatih remaja putri sebagai bentuk regenerasi serati banten dalam membuat banten dan perlengkapan upacara lainya.

Kegiatan ini dibuka oleh dosen pendamping ketua KAT Kelompok 1 UNR yaitu Ibu Dr. Putu Eka Trisna Dewi,SH.,MH.,CLA. Dalam pembukaanya disampaikan bahwa “Kelompok 1 pengabdian kepada masyarakat dalam program KAT UNR sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bisa melakukan pengabdian kepada masyarakat di Banjar Tegeha Desa Batuan dan sangat berbahagia bahwa bapak Kelian Adat, Ketua Pemuda Pemudi dan Para serati banten Banjar Tegeha meluangkan waktunya untuk ikut serta menyukseskan kegiatan hari ini. Serta kami sangat berbangga atas apresiasi kehadiran pemuda pemudi Banjar Tegeha Desa Batuan yang dengan semangat mengikuti kegiatan hari ini. Semoga kegiatan ini menjadi kegiatan yang memberikan banyak kebaikan dan manfaat positif bagi kita semua.” Papar Ibu Dr. Putu Eka Trisna Dewi,SH.,MH.,CLA dalam pembukaan kegiatan. Selanjutnya Kelian Adat Banjar Tegeha Desa Batuan memberikan sambutan sebelum akhirnya kegiatan pelatihan di mulai. Dalam sambutanya beliau memaparkan bahwa “ Kegiatan pelatihan dan regenerasi Serati Banten memang perlu dilaksanakan secara berkesinambungan guna terjadinya regenerasi serati banten terutama bagi kalangan ibu-ibu dan remaja agar kuantitas dan kualitas serati banten semakin meningkat.” Papar Bapak Nyoman Cakra selaku Kelian Adat Banjar Tegeha Desa Batuan. Pelatihan pembuatan banten ini dimulai dari jam 09.00-14.00 WITA, pemuda-pemudi yang terlibat dalam kegiatan serta mahasiswa dan dosen pendamping sangan antusias menjalani pelatihan ini. Pada pukul 12.00-13.00 WITA merupakan sesi ishoma yang dimanfaatkan untuk makan siang bersama dan berbaur dengan warga yang terlibat pada kegitan. Disesi akhir acara adalah penyerahan bantuan alat produksi pembuatan jaje banten dan banten itu sendiri berupa 10 pisau mejejaitan, 10 streples, 1 buah kompor, 1 buah alat press, dan 1 buah alat giling yang diserahkan oleh ketua dosen pendamping bersama dosen pendamping lainya kepada ketua serati banten dan anggotanya.

