Connect with us

Wujud Kepedulian Terhadap Budaya Bali, Universitas Ngurah Rai Berikan Bantuan Biopori dan Mesin Kerja Bagi Pengerajin Perak di Batuan Gianyar

Terkini

Wujud Kepedulian Terhadap Budaya Bali, Universitas Ngurah Rai Berikan Bantuan Biopori dan Mesin Kerja Bagi Pengerajin Perak di Batuan Gianyar

Sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan kelestarian budaya Bali, Universitas Ngurah Rai Berikan Bantuan 20 Biopori, Mesin Poredom, dan set perlengkapan sederhana bagi kelompok pengerajin perak di Desa Adat Negara Batuan Gianyar.

Gianyar – Sebagai bentuk implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, Universitas Ngurah Rai di Tahun Ajaran 2021-2022 kembali melaksanakan program Kuliah Aplikatif Terpadu (KAT) yang merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. Dalam kegiatan KAT tahun ini, mahasiswa dan dosen Universitas Ngurah Rai terbagi menjadi 25 kelompok yang masing-masing melaksanakan kegiatan di tempat yang berbeda.

Kelompok 2 dalam KAT UNR Tahun 2021 yang terdiri dari 22 orang mahasiswa dan 2 Dosen pembimbing yang diketuai oleh Dr. Putu Eka Trisna Dewi, S.H., M.H., dan I Komang Suargita, S.Sos., M.AP., sebagai anggota memilih locus kegiatan di Desa Adat Negara yang merupakan bagian dari Desa Batuan Gianyar. Desa Adat Negara memiliki beberapa program desa yang salah satunya adalah pengelolaan sampah berbasis sumber. Dalam mendukung program desa, Kelompok 2 memberikan sumbangan sebanyak 20 (dua) biopori yang dilaksanakan dalam 2 tahap dimana tahap pertama dilaksanakan pada Sabtu (27/11) yang diterima langsung oleh Bendesa Desa Adat Negara, Cok Gde Agung Astawa Putra dengan pemberian 10 (sepuluh) biopori. “Pemberian ini merupakan bentuk pengabdian dan dukungan kami selaku Akademisi bersama rekan-rekan mahasiswa dalam mendukung program desa yang amat sangat baik ini. Semoga dapat berguna dan bermanfaat” ujar Ketua Dosen Pembimbing, Dr Putu Eka Trisna Dewi, SH, MH mewakili Kelompok 2. 

Kemudian tahap kedua dilaksanakan Minggu (12/12) dengan memberikan lagi 10 biopori yang nantinya dapat dimanfaatkan desa untuk menambah jumlah pemanfaatan biopori di Desa Adat Negara. Apresiasi dan terimakasih disampaikan oleh Bendesa Desa Adat Negara atas pemberian ini sekaligus berharap agar mahasiswa dapat menjembatani program Desa sehingga dapat dikenal luas dan mendapat perhatian oleh pihak-pihak diluar sana. “Kedatangan mahasiswa UNR selama 2 bulan lebih di Desa kami menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembang program desa ini, semoga kedepannya kegiatan-kegiatan serupa dapat terus terlaksana ditahun-tahun berikutnya sehingga program ini dapat berjalan secara berkesinambungan” tambah Cok Gde Agung Astawa Putra yang menerima pemberian ini.

Universitas Ngurah Rai menyumbangkan mesin poredom dan 2 set perlengkapan pengrajin perak sederhana kepada pengerajin

Dalam waktu yang sama, Minggu (12/12) Kelompok 2 dan dosen pembimbing kembali melaksanakan program pengabdian, kali ini di Banjar Penida yang berupakan bagian dari desa adat Negara.  Kelompok 2 dan para dosen melaksanakan sosialisasi dan pelatihan bagi pengrajin perak dan diakhir acara Kelompok 2 dan dosen pembimbing atas nama Universitas Ngurah Rai menyumbangkan mesin poredom dan 2 set perlengkapan pengrajin perak sederhana seperti jepitan, gunting dan tang khusus bagi kelompok pengrajin perak di Desa Adat Negara. Pemberian ini diterima oleh, I Nyoman Suarjana selaku founder Yanyan Silver sekaligus mewakili kelompok pengrajin.

Universitas Ngurah Rai menyumbangkan mesin poredom dan 2 set perlengkapan pengrajin perak sederhana

“Pemberian mesin bagi pengrajin perak ini akan kami gunakan untuk pelestarian dan pemajuan budaya kami khususnya dalam hal kerajinan perak. Sekali kami sampaikan terima kasih atas kepedulian kawan-kawan mahasiswa sekalian termasuk bapak ibu dosen pembimbing” ucap I Nyoman Suarjana. (*)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Terkini

Advertisement
To Top