Connect with us

Pentingnya Memanfaatkan Kegiatan Pasraman Untuk Mengisi Liburan Panjang

Bali

Pentingnya Memanfaatkan Kegiatan Pasraman Untuk Mengisi Liburan Panjang

Sebentar lagi para murid/siswa untuk semua tingkatan akan memasuki masa libur panjang. Liburan yang sebelum masa pandemi menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu karena bisa berwisata keluar daerah. Namun disaat pandemi ini semua kegiatan dibatasi sehingga akan menyebabkan liburan terasa kurang menyenangkan.

Agar liburan menjadi lebih bermanfaat ada baiknya kita memilih kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi liburan panjang ini. Salah satu kegiatan yang bisa dipilih adalah mengikuti kegiatan di pasraman dimana biasanya diadakan program pasraman kilat (pesraman dengan durasi pendek).

Menurut I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd. H yang juga sebagai Ketua Pasraman Pasir Ukir Buleleng, pasraman merupakan tempat yang dibuat atau dibangun sebagai tempat untuk menimba ilmu pengetahuan tentang agama, adat, tradisi dan budaya. Dengan hal ini dapat dikatakan pasraman adalah sebagai tempat pendidikan memperdalam pengetahuan agama, bisa melalui sistem guru kula, dharma tula atau diskusi, dharma gita, dhrama wacana, dharma yatra, dharma shanti, dharma sadana serta pelatihan (sad dharma).

Lebih lanjut Kadek Satria mengatakan dalam mengisi kegiatan liburan panjang ini bisa dilaksanakan kegiatan pasraman kilat dengan kegiatan seperti penguatan karakter (character building), pelatihan adat, seni dan budaya. Kegiatan pasraman kilat ini bisa dilakukan selama 3 sampai 5 hari dengan sistem fullday.

Kegiatan ini juga menghindarkan anak-anak sekolah melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat dalam mengisi kegiatan liburan mereka sehingga justru mereka tidak mendapatkan hal positif.

Ia mencotohkan di Pasraman Pasir Ukir yang ia kelola sering membuat program-program pasraman kilat untuk anak-anak sekolah baik SD, SMP maupun SMU. Kegiatannya pun bisa beragam dan dibuat tidak monoton/mebosankan dimana melibatkan tutor yang sebaya dan memanfaatkan teknologi.

Ia bisanya mengisi kegiatan tersebut dengan hal-hal yang berhubungan dengan agama, adat, tradisi dan budaya yang dibuat menyenangkan. Selain hal tersebut juga mengisi kegiatan dengan bekerjasama dengan instansi pemerintahan seperti pihak BNP(Badan Narkotika Provinsi) Bali untuk lebih mensosialisasikan dampak buruk Narkoba bagi generasi muda.

Menurut Kadek Satria selama ini tanggapan anak-anak yang mengikuti program ini di pasramannya sangat baik karena mereka merasakan manfaatnya langsung dan juga mendapatkan teman baru. “Selain belajar hal-hal seperti diatas, anak-anak juga belajar untuk mengenal dan berinteraksi dengan teman-teman baru di lokasi pasraman,” Kadek Satria menambahkan.

Seperti diketahui, Kadek Satria membuka Pasraman Pasir Ukir yang berlokasi di Banjar Dinas Bangkiang Sidem, Desa Pedawa, Banjar, Buleleng. Pasramannya ini fokus terhadap agama, adat, tradisi, dan budaya dimana untuk hal lain masih belum karena keterbatasan sarana dan prasarana.

pasraman pasir ukir
Kegiatan di Pasraman Pasir Ukir

Pasraman ini memiliki beberapa kegiatan seperti Pesantian Seka Shanti Jati Luwih (pembelajaran sastra melalui magegitan), Sesolahan Sanggar Seni Cepuk Miring, Dharma Wacana, Dharma Tula (diskusi mingguan, bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, dan tahunan), Konsultasi Agama dan Spiritual dan Pasraman Care (pasraman peduli lansia, peduli anak dan remaja, peduli bencana).

Yuk isi liburan dengan hal yang bermanfaat !

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Bali

Advertisement
To Top