Bali
Klub Basket Satria Muda Pertamina Bersama Beasties Young Academy Gelar Coaching Clinic
Salah satu klub bola basket papan atas Indonesia, Satria Muda Pertamina menggelar sesi coaching clinic bekerja sama dengan Besties Young Academy Bali serta Klub Basket Senang Senang (BSS). Kegiatan ini diadakan di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, Jumat (20/1/2023) sore.

Coaching Clinic yang diikuti sekitar seratus peserta dari berbagai klub basket di Bali ini menghadirkan 3 pemain bintang dari Satria Muda Pertamina yaitu Ali Bagir, Sandy Ibrahim, dan Widyanta Teja. Acara ini dipandu oleh Coach Abdurrachman (Abdur) yang juga sebagai asisten pelatih tim Satria Muda Pertamina.

Ditemui di Acara ini, Yonathan Andre Baskoro selaku Founder Beasties Young Academy dan BSS, didampingi Dwi Mahendra (CoFounder BSS), dan Coach Tri Adiloka (pelatih Beasties Young Academy) mengatakan, bahwa coaching clinic ini diadakan dengan tujuan untuk memotivasi para pemain basket muda di Bali untuk bisa berprestasi lebih baik karena acara ini langsung diberikan oleh pemain basket profesional dari klub terkemuka di Indonesia.

Seperti diketahui, Satria Muda Pertamina adalah klub basket elit di Indonesia dan mereka berhasil meraih gelar juara kedua belasnya di Indonesia Basket Ball League 2022 lalu. “Kebetulan juga klub Satria Muda Pertamina saat ini sedang menjalani pertandingan Seri 1 IBL 2023, mereka dan kami di Besties Young Academy dan BSS beserta beberapa klub basket di Bali memiliki inisiatif untuk mengadakan coaching clinic ini”, ungkap pengacara muda yang juga sebagai Ketua Umum Barisan Muda Kosgoro 1957 Bali ini.

Coach Abdur yang memandu coaching clinic ini membuka dengan melakukan pemanasan bersama. Ia mengingatkan bahwa pemanasan tersebut sangatlah penting bagi semua pemain basket entah itu pemula maupun profesional. Peserta diajak untuk mengikuti pemanasan yang sering dilakukan oleh para pemain basket di Satria Muda Pertamina.

Setelah melakukan pemanasan, coaching clinic dilanjutkan dengan praktek beberapa teknik-teknik dasar penting yang wajib dikuasai seorang pemain basket profesional dari variasi dribble, passing, shooting, dan pergerakan saat menusuk ke daerah pertahanan lawan. Coaching diisi secara bergantian oleh Widyanta Teja, Sandy Ibrahim, dan Ali Bagir.

Coaching clinic yang berlangsung kurang lebih dua jam ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dari peserta dan tim dari Satria Muda Pertamina. Sesi ini juga memberikan bingkisan kepada peserta yang mampu menjawab dengan benar pertanyaan yang diberikan.

Saat ditemui di akhir acara, Coach Abdur mengungkapkan rasa puasnya bisa hadir di acara ini. Menurutnya, antusias dan motivasi peserta yang hadir sangat luar biasa. “Secara teknik dan skill, anak-anak ini sebagian besar sudah menguasai dengan baik. Dan yang terpenting, semangat mereka sangat luar biasa untuk mengikuti setiap sesi coaching clinic ini,” ungkap Coach Abdur.

Senada dengan Coach Abdur, Coach Gagan Rachmat juga sangat puas dengan pelaksanaan coaching clinic ini yang berlangsung dengan lancar. “Coaching clinic yang mendatangkan bintang dari Satria Muda Pertaminan ini sesuatu yang sangat bagus bagi perkembangan basket di Bali. Anak-anak ini akan termotivasi untuk menjadi lebih baik setelah mengikuti coaching clinic ini,” ungkap Coach Gagan.

Seluruh peserta dan para orangtua yang mendampingi sangat puas dengan pelaksanaan coaching clinic ini. Hal ini dikarenakan, coaching clinic yang mendatangkan pemain-pemain basket terkemuka tanah air sangat jarang diadakan di Bali. Dengan kehadiran mereka di coaching clinic ini, tentunya akan membuka dan menambah wawasan para peserta untuk mengasah teknik bermain basket yang dimilikinya.

Andre Baskoro mengungkapkan, kedepannya akan berusaha untuk mengadakan coaching clinic serupa, terlebih PPKM sudah tidak ada lagi saat ini. “Ditunggu saja kejutan-kejutan dari kami di BSS dan Beasties Young Academy selanjutnya,” ungkap pria yang aktif diberbagai organisasi kepemudaan ini seraya menutup perbincangan.

