Connect with us

Kadisbud Buka Lomba Geguntangan Guru se-Bali, HUT PGRI ke-74

Peristiwa

Kadisbud Buka Lomba Geguntangan Guru se-Bali, HUT PGRI ke-74

Memeriahkan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-74 pada (25/11) mendatang dan Hari Guru Nasional 2019, PGRI Provinsi Bali menggelar Lomba Geguntangan dan Geguritan yang diikuti guru se-Bali, bertempat di Kampus IKIP PGRI Bali, Denpasar, Kamis (14/11).

Kegiatan yang bertema “Melalui Lomba Geguntangan, Kita Wujudkan Guru yang Berbudaya, Berkarakter untuk Mewujudkan Pendidikan Bali yang Maju dan Bermutu” sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87/2017 Tentang Penguatan Karakter. Demikian dikatakan Ketua PGRI Bali Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasudha, M.Pd., di sela lomba.

Guru yang notabene pendidik, harus terlebih dulu dikuatkan karakternya, sebelum ditularkan ke peserta didik. Sehingga melalui lomba geguntangan ini, Wenten berharap ‘Pahlawan tanpa tanda jasa’ itu tidak melupakan budaya. Apalagi di Bali, seni budaya dan agama tak bisa dipisahkan satu sama lain.

“Agama berfungsi mengarahkan hidup, seni dan budaya menghaluskan hidup, sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi mempermudah hidup,” kata Wenten. Sehingga geguntangan ini dianggap tepat karena tercipta harmonisasi antara olahraga, olahrasa, olahhati dan olah pikir.

Lebih lanjut, tokoh pendidikan asal Karangasem ini menyebut, karakter menjadi ‘barang mahal’ di zaman milenial ini. Jika tidak dikuatkan, maka kualitas generasi penerus bangsa akan kacau. Menguasai teknologi tapi mengabaikan nilai-nilai tradisional.

“Kita lihat sendiri, bagaimana sesama anggota keluarga di satu meja makan tapi seolah tidak saling kenal akibat asyik dengan gadgetnya masing-masing. Inilah akibat kurangnya pendidikan karakter,” sentilnya.

Di tangan para guru, ia berharap atmosfer budaya dan agama di sekolah-sekolah di pulau yang dijuluki Pulau Seribu Pura ini tetap ‘ajeg’. Penanaman karakter juga harus dikemas dengan konsep kekinian, sehingga anak-anak menikmati prosesnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., mengaku bangga kampusnya dipilih sebagai tempat penyelenggaran lomba geguntangan. Momentum ini sekaligus dijadikan ajang sosialisasi IKIP PGRI Bali di kalangan guru.

Sebagai pimpinan lembaga pendidikan yang bernaung di bawah bendera PGRI, ia mengaku tidak keberatan menjadi tuan rumah serta memegang komitmen dalam mencetak guru-guru andal.

Suarta yang juga seorang pragina seni arja ini sepakat jika pendidikan karakter sangat penting di tengah kekhawatiran terjadinya degradasi nilai tradisional di era revolusi industri 4.0 ini. “Kami di kampus setiap saat selalu menjalankan pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan. Jadi lomba geguntangan ini juga menurut saya sangat tepat,” kata Suarta.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana yang membuka lomba geguntangan itu mengatakan, ke depan pihaknya siap berkontribusi terhadap semua kegiatan serupa. “Pelestarian budaya memang menjadi tugas kami. Kami harap ke depan ada koordinasi jauh-jauh hari agar kami bisa memberi kontribusi,” tutupnya.

Sumber ; denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Peristiwa

Advertisement
To Top