Relationship
Agar Nyaman, Curhatannya Tidak Harus Dijawab Dengan Nasihat
Bersyukurlah untuk kamu yang selalu berbagi keluh kesah bersama pasangan. Sebenarnya kamu bisa menjadi teman curhat terbaik bagi pasanganmu lho. Akan lebih baik dia curhat padamu dibanding curhat dengan pria atau wanita lain di luar sana.
Hanya saja, seringnya saat dicurhati siapapun termasuk pasangan, kita merasa berkewajiban memberikan nasihat. Padahal adakalanya dia yang curhat hanya butuh didampingi dan didengarkan, yang dia butuhkan adalah orang yang mau memahami bukan menggurui.
Terutama jika yang berkeluh kesah adalah pasanganmu sendiri, bukan berarti kamu tidak boleh menasihatinya. Namun, sebaiknya dengarkan dan pahami maksud dari curhatannya. Sebelum mengemukakan pendapat kamu bisa tanyakan apakah dia membutuhkan saran atau tidak.

Kalau ia butuh nasihat atau saran, tanpa perlu kamu tanyakan sebenarnya ia akan menanyakan langsung bagaimana pendapatmu tentang masalah yang ia hadapi. Tapi lain halnya saat dia nyeroscos alias bercerita panjang lebar mengeluarkan segala uneg-unegnya, itu tanda bahwa ia hanya butuh didengarkan.
Ingat, tidak semua curhat butuh nasihat. Saat kamu memberi respon dengan tepat, siapapun yang curhat padamu termasuk pasanganmu sendiri akan semakin percaya dan nyaman denganmu. Dengan begitu kamu dapat meminimalisirnya untuk curhat sana-sini apalagi dengan lawan jenis yang bisa memicu tumbuhnya rasa-rasa baru.

