Bali
HIPMI Bali Teken MoU dengan Jamkrida dan JNE Dukung UMKM Bali Naik Kelas
Badung, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Saat ini tercatat lebih dari 400 ribu UMKM tersebar di seluruh wilayah Bali. Jumlah tersebut menjadi potensi besar bagi perekonomian daerah, sekaligus membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak agar para pelaku UMKM bisa berkembang secara berkelanjutan.
Melihat potensi tersebut, Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali mengambil langkah strategis dengan menggandeng sejumlah stakeholder untuk bersama-sama memajukan UMKM di Bali. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) dan JNE.

Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara HIPMI Bali dengan PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) dan JNE yang berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) di Sovereign Bali Hotel, Tuban, Badung.
Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, mengatakan bahwa kerja sama dengan PT Jamkrida Bali Mandara sangat krusial bagi pengembangan UMKM di Bali. Pasalnya, Jamkrida berperan dalam membantu akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang belum memenuhi kriteria perbankan atau belum bankable.
“Kerja sama dengan PT Jamkrida Bali Mandara ini sebenarnya sudah berjalan sebelum penandatanganan MoU. Namun hari ini kami kukuhkan secara resmi, sehingga pelaku UMKM yang baru bisa lebih mudah mendapatkan akses keuangan,” ujar pria yang akrab disapa Ajus Linggih tersebut.
Selain pembiayaan, HIPMI Bali juga mengukuhkan kerja sama dengan JNE sebagai mitra logistik. Menurut Ajus Linggih, sektor logistik menjadi salah satu tantangan utama UMKM, terutama dalam hal distribusi produk ke luar daerah maupun ke luar Bali.

Dalam kerja sama ini, JNE Bali memberikan kemudahan berupa harga khusus atau potongan tarif pengiriman bagi anggota HIPMI Bali yang merupakan pelaku UMKM.
“Dengan adanya diskon logistik ini, daya saing produk UMKM Bali terhadap produk luar akan semakin meningkat. Biaya distribusi bisa ditekan, sehingga harga jual produk menjadi lebih kompetitif,” kata Ajus Linggih yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Bali.
Sementara itu, Kepala Cabang JNE Denpasar, Alit Septiniwati, menyambut baik kolaborasi strategis tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan HIPMI Bali merupakan bentuk komitmen JNE dalam mendukung pertumbuhan UMKM, khususnya di sektor logistik.
“Kami sangat berterima kasih JNE dipilih sebagai partner logistik HIPMI Bali. JNE berkomitmen untuk mendorong UMKM agar bisa bertumbuh dan naik kelas, apalagi mayoritas anggota HIPMI merupakan pelaku UMKM,” ujar Alit.
Ke depan, Ajus Linggih berharap sinergi antara HIPMI Bali, PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda), dan JNE dapat menjadi ekosistem yang saling mendukung bagi UMKM Bali. Tidak hanya mendorong pertumbuhan jumlah usaha, tetapi juga meningkatkan kualitas dan skala bisnis para pelaku UMKM.
“Target kami bukan sekadar UMKM bertambah, tetapi UMKM Bali bisa naik kelas. Dengan naik kelas, mereka tidak lagi bersaing di kolam yang sama, melainkan mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan nasional dan internasional,” tutup Ajus Linggih.

