Bali
Ini Sarana yang Perlu Dibawa saat Nangkil ke Palinggih Ida Ratu Niang Sakti
Palinggih Ida Ratu Niang Sakti kini sudah semakin dikenal hingga didatangi pemedek dari segala penjuru Bali maupun luar Bali. Kemurahan Beliau pada umat membuat palinggih-Nya tidak pernah sepi oleh pemedek yang tangkil. Namun, banyak yang masih belum tahu perihal sarana yang mesti dibawa ketika tangkil atau melukat di palinggih Ratu Niang.
Kali ini, DenpasawNow akan memberi beberapa infomasi agar kawan-kawan tidak bingung jika hendak sembahyang di palinggih Ratu Niang.
Jika ingin sembahyang biasa, cukup hanya bawa 6 canang sari, 5 buah lekesan, dupa secukupnya, serta rarapan (boleh berupa permen, biscuit mini, atau rokok kretek). Lima buah canang masing-masing diisi lekesan, dupa, dan rarapan, lalu dihaturkan pada masing-masing 2 patung dwarapala di depan palinggih, 1 canang dihaturkan di atas batu yang terletak di depan patung dwarapala, 1 canang lainnya dihaturkan di pinggir jembatan, dan 1 canang terakhir dihaturkan di hadapan palinggih Ida Ratu Niang Sakti.
Setelah semua selesai dihaturkan, dilanjutkan dengan melalukan panca sembah dengan canang yang tersisa. Setelah usai sembahyang, nunas tirta dan bija yang telah tersedia secara mandiri.
Selain sembahyang biasa, kawan juga dapat melukat dengan sarana sebagai berikut. Siapkan 1 buah pejati dan bungkak nyuh gading sebanyak jumlah orang yang melukat. Misalkan ada 3 orang, cukup sediakan 1 buah pejati dan 3 buah bungkak nyuh gading. Selain itu, siapkan juga canang sari dan dupa sebanyak 11 buah untuk dihaturkan di masing-masing palinggih dan patung yang ada di tempat pelukatan. Siapkan juga cadangan canang sari dan dupa untuk sarana sembahyang.
Pelukatan biasanya akan dilangsungkan di palinggih bawah dekat palinggih Ratu Niang dan akan dipimpin langsung oleh Jro Mangku (Turah Belanda). Jadi, jika ingin melukat, sebaiknya hubungi dulu Turah melalui nomor telepon yang bisa kalian baca di bale bengong samping palinggih Ratu Niang.
Tidak hanya di hari suci, pada hari-hari biasa siapa pun boleh tangkil atau menghaturkan sesajen pada Ratu Niang. Banyak yang hanya menghaturkan canang dan rarapan saja, atau membawakan bunga segar seperti mawar merah dan sedap malam. Jika ingin lebih spesial, Ratu Niang sebenarnya punya makanan kegemaran, yaitu nasi sela dan pesan celengis. Informasi ini kami dapatkan dari Turah Belanda. (*)

