Connect with us

“Kak Made” Sosok Niskala Yang Masih Dipercayai Keberadaannya Oleh Masyarakat Di Sekitar Tukad Kreteg Kerobokan

kak made sosok niskala

Bali

“Kak Made” Sosok Niskala Yang Masih Dipercayai Keberadaannya Oleh Masyarakat Di Sekitar Tukad Kreteg Kerobokan

Di Bali terdapat banyak sosok-sosok niskala yang masih dipercaya keberadaannya hingga saat ini. Hal ini karena sebagian masyarakat setempat masih merasakan kehadiran sosok niskala tersebut.

Ilustrasi sosok “Kak Made”

Salah satu sosok niskala yang masih dipercayai keberadaannya adalah sosok “Kak Made”. Sosok ini dipercaya oleh masyarakat di sekitar aliran sungai Tukad Kreteg di Banjar Padang Kerobokan. “Kak Made” menurut masyarakat setempat masih sering muncul dan mendatangi warga sekitar.

Menurut Jro Mangku Nengah Sunarta, sosok “Kak Made” ini adalah sosok Polisi pada jaman penjajahan yang bernama Made. “Dimana saat itu Beliau berperang dan tubuh beliau terpecah-pecah menjadi beberapa bagian dan berkumpul di areal sekitar Tukad Kreteg tepatnya sebelah Utara jembatan,” tutur Jro Mangku Sunarta yang juga disebut sebagai Kakek Mangku Dewi.

kak made
Pelinggih “Kak Made” di sebelah utara jembatan, dipinggir Tukad Kreteg

Lebih lanjut lagi, “Kak Made” kemudian meminta tempat/lokasi tersebut sebagai tempat tinggalnya secara niskala. Di tempat tersebut dibuatkan pelinggih sebagai “rumah” “Kak Made” dan disana juga terdapat sumur kecil persis dipinggir aliran sungai. Ajaibnya sumur ini tidak pernah kering walaupun air sungai surut dan saat air sungai besar penutup sumur ini tidak pernah hanyut.

sumur kak made
Sumur yang terdapat di depan pelinggih “Kak Made”

Konon “Kak Made” pernah berpesan kalau yang menjadi areanya adalah warga yang tinggal dari pelinggih “Kak Made” sampai ke selatan mengikuti aliran sungai.

Warga sekitar percaya kalau “Kak Made” sering mendatangi warga terutama warga yang memiliki bayi atau anak kecil. Biasanya anak kecil tersebut akan menangis, seperti dicekik bahkan sampai sakit. Warga percaya kalau hal itu dilakukan oleh “Kak Made” dimana warga sering mengatakan “Oh ini Kak Made dateng nengok cucunya”.

jro mangku nengah sunarta
Jro Mangku Nengah Sunarta di pelinggih “Kak Made”

“Sebenarnya Kak Made sayang kepada si bayi/anak kecil karena dianggap sebagai cucunya. Beliau hanya memberi tanda ke orang tua si anak/bayi kalau si anak/bayi tersebut adalah anak istimewa/melik atau memang terdapat sakit/masalah pada anak/bayi tersebut. Kak Made bukan berniat untuk menyakiti si anak/bayi dan tidak setiap anak/bayi yang didatangi oleh Kak Made,” ungkap Kakek Mangku Dewi.

Biasanya kalau sudah terjadi hal tersebut diatas, orang tuanya langsung meluasin/minta petunjuk orang pintar atau minta petunjuk ke Kakek Mangku Dewi. Kemudian akan dilakukan upacara nebusin di pelinggih “Kak Made” dengan menghaturkan Babi Guling dan nunas tirta di sumur yang ada dilokasi tersebut untuk diperciki ke si anak/bayi.

“Nanti setelah si anak/bayi tenang, baru kemudian biasanya orang tuanya akan mengikuti petunjuk yang didapat saat upacara nebusin sebelumnya. Mungkin kalau si anak melik harus diapakan, kalau si anak ada sakit harus dibawa kemana,” terang Kakek Mangku Dewi yang juga sebagai pemangku di Pura Beji Pesimpangan Ratu Niang Bhatara Bhatari Sakti.

Kakek Mangku Dewi sebagai orang yang pernah bertemu dengan sosok “Kak Made” menuturkan kalau wujud dari “Kak Made” sering berubah-ubah, kadang Beliau menampakkan diri dengan sosok besar menggunakan pakaian dinas kepolisian lengkap, kadang seperti wanita dan tidak jarang wujudnya menakutkan.

tukad kreteg kak made
Tugu di jembatan diatas Tukad Kreteg

Lebih lanjut Kakek Mangku Dewi menuturkan, kalau beberapa orang yang lewat jembatan ini juga sering melihat penampakan “Kak Made” di sekitar tugu yang ada di jembatan. Warga yang sudah mengerti biasanya akan membunyikan klakson saat melewati jembatan ini untuk memberi tanda “permisi” karena mau melewati jembatan.

Anda percaya akan hal diatas? Percaya atau tidak percaya dikembalikan lagi kepada rasa masing-masing. “Jika ada yang memang ingin membuktikan keberadaan Kak Made saya siap memfasilitasinya dengan syarat orang tersebut harus benar-benar memiliki niat yang kuat dan mengikuti aturan-aturan tertentu untuk menjalaninya,” imbuh Kakek Mangku Dewi.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Bali

Advertisement
To Top