Connect with us

Melukat Di Pura Dalem Mangening Di Renon Untuk Membersihkan Diri Dan Kelancaran Bisnis

pura dalem mangening

Bali

Melukat Di Pura Dalem Mangening Di Renon Untuk Membersihkan Diri Dan Kelancaran Bisnis

Kata melukat berasal dari bahasa Jawa Kuno yaitu lukat yang berarti bersih. Untuk itu Melukat merupakan suatu proses atau ritual untuk membersihkan pikiran dan jiwa yang ada dalam diri manusia. Melukat ini bisa dilakukan di pantai/laut, sungai, mata air atau tempat-tempat yang memang diperuntukkan khusus melukat.
Di Bali sendiri sangat banyak tempat-tempat yang bisa digunakan untuk melukat. Salah satunya adalah di Pura Dalem Mengening Lan Penghayatan Bhatara Semeru yang berlokasi di Desa Renon. Letak pura ini dekat dengan Pasar Renon kurang lebih 500 meter ke arah timur dari Pasar Renon , tepat di pertigaan yang menuju ke bundaran Renon.

Lokasi Pura Dalem Mangening Lan Penghayatan Bhatara Semeru

Ida Bhawati Satya Dharma yang juga sebagai pengempon Pura ini menuturkan kalau Pura ini awalnya bernama Pura Mengening. Awalnya Ida Bhawati dan keluarganya terkena musibah sakit dimana Ida Bhawati yang paling keras sakitnya. Kemudian ia didatangi oleh Ida Sesuhunan Ring Semeru dan diberi petunjuk untuk kesembuhan beliau sekeluarga. Setelah sembuh beliau kemudian memugar Pura ini sehingga saat ini terdapat 3 buah pelinggih yaitu pelinggih untuk pemujaan Ida Bhatara Hyang Mangening, pelinggih Ida Bhatara Hyang Semeru dan pelinggih Ida Bhatara Hyang Pedanda Saktu Bahu Rauh. Setelah pemugaran ini nama Pura berubah menjadi Pura Dalem Mengening Lan Penghayatan Bhatara Semeru. Wali atau piodalan Ida Sesuhunan pada Banyupinaruh (Redite Paing Uku Sinta) atau sehari setelah Hari Raya Saraswati.
Menurut cerita Ida Bhawati yang memiliki nama walaka Drs.I Nyoman Majawan, di pura ini sejak awal terdapat mata air yang tidak pernah habis dan airnya saat jernih. Ada cerita saat pemugaraan pura ini di mata air diketemukan berbagai macam uang kuno didalamnya yang hingga kini masih disimpan dengan baik oleh Ida Bhawati.


Ida Bhawati Satya Dharma – Pengempon Pura

Air dari mata air inilah yang hingga kini digunakan untuk melukat. Ida Bhawati mengungkapkan kalau melukat ditempat ini memiliki “khasiat” untuk me-somya/menetralisir/mengembalikan hal yang tidak baik secara skala dan niskala tetapi bukan melebur atau menghancurkannya. Ia juga menambahkan, sebelum pandemi ini banyak yang datang untuk melukat dimana memiliki sakit secara niskala seperti bebainan, kena cetik atau kena black magic lainnya. Setelah melukan disini, secara bertahap sakit tersebut akan hilang dan dikembalikan ke pembuat sakit tersebut sehingga si pembuat sakit mengurungkan niatnya untuk menyakiti lagi(somya).
Khasiat Air Suci atau tirta dari Pura ini tidak hanya untuk melukat, namun bisa digunakan untuk memerciki tempat usaha sehingga tempat usaha akan dibersihkan secara niskala. Menurut cerita pemedek yang tangkil atau datang, bahwa di tempat usahanya seperti tertutup pintu rejekinya dan juga ada beberapa pemedek juga menuturkan kalau tempat rejekinya seperti kena gangguan magis/niskala sehingga kadang tempat usahanya seperti tidak terlihat oleh calon pembeli. “Ada yang bercerita, tempat usahanya berupa shoroom mobil, tetapi calon pelanggan melihat sebagai toko bangunan atau bahkan tidak terlihat ada usaha ditempat itu”, ungkap Ida Bhawati.

Pelinggih yang ada Di Pura Dalem Mangening Lan Penghayatan Bhatara Semeru

Setelah diperciki tirta dari pura ini, secara perlahan usaha bisnis akan kembali lancar karena tempat usaha ini sudah dibersihkan oleh Tirta atau air suci dari pura ini. “Percaya atau tidak percaya ya seperti itu cerita dari pemedek yang datang kesini”, cerita Ida Bhawati yang sempat menjadi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah ini.
Sarana yang perlu dibawa saat melukat adalah pejati. “Sebenarnya untuk sarana bebas saja, tidak mempunyai biaya untuk membawa pejati bisa menghaturkan canang sari saja. Tidak punya canang sari, bisa cukup dengan sembahyang memohon kepada Ida Sesuhunan disini”, Ida Bhawati menambahkan.
Setelah sarana tersebut ditaruh pada tempatnya dan dihaturkan ke Ida Sesuhunan, maka akan dilanjutkan melukat di Jaba Pura. Setelah selesai melukat, baru melakukan persembahyangan seperti biasanya. Setelah sembahyang dilanjutkan dengan nunas tirta dan tirta juga bisa dibawa pulang untuk digunakan sehari-harinya.

Tempat Melukat Di Jaba Pura Mangening Lan Penghayatan Ida Bhatara Semeru

Untuk hari, kapan saja bisa datang melukat (tidak mengenal Pasah, Beteng dan Kajeng). Sedangkan kalau untuk mebayuh sebaiknya pada Hari / Rahinan Purnama atau Kajeng Kliwon. Sarana atau Banten yang perlu dibawa untuk mebayuh disini juga sama dengan banten untuk melukat seperti yang sudah dijelaskan diatas.
Karena Ida Bhawati tidak setiap saat berada di Pura, jika memiliki rencana untuk melukat sebaiknya menghubungi beliau di nomor WA : +6287723450764 sehingga beliau bisa datang ke pura.
Ida Bhawati saat ini juga melaksanakan pengobatan secara niskala dimana kemampuan ini didapat dari Ida Sesuhunan di Pura ini. Ida Bhawati dalam melakukan pengobatan niskala ini juga melakukannya secara jarak jauh. “Biasanya untuk yang berada jauh, melakukan konsultasi melalui telpon untuk kemudian atas seijin dan bantuan Ida Sesuhunan di Pura, saya akan memohon kesembuhan untuk si pasien”, imbuh Ida Bhawati. Beliau juga menuturkan kalau sebenarnya beliau tidak mengerti mengenai pengobatan ini, namun beliau hanya memohon kepada Ida Sesuhunan agar dibantu diberikan kekuatan untuk menyembuhkan si pasien.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Bali

Advertisement
To Top