Bali
Merinding! Begini Perjuangan Membangunkan Kumbakarna Tainsiat
Tidak hanya di cerita pewayangan bahkan di ogoh-ogoh pun butuh waktu 11 jam untuk meyakinkan bahwa “KUMBAKARNA METANGI”.
Cobaan datang satu per satu, mulai dari dibatalkannya SANG WANARA untuk ikut di lampan ogoh-ogih banjar @stysbtainsiat karena berpengaruh pada berat bagian atas (tapel) tanpa WENARA (hanoman) berat sudah diangka kurang lebih 45 kg untuk tapel dan ketu. Sang arsitek @keduxgarage mengambil keputusan untuk tidak mengikutkan sang HANOMAN dalam ogoh-ogohnya.
Cobaan berikutnya saat KUMBAKARNA gagal METANGI karena konstruksi yang patah. Dalam beberapa jam KUMBAKARNA mengalami 3 kali patah konstruksi.
Cobaan berikutnya saat genset yang tidak kuat membangunkan KUMBAKARNA dimana di perempatan PURI DENPASAR direncanakan untuk metangi, urung dilaksanakan karena kurangnya suplai listrik.
Baru di Catur Muka, Catus Pata Agung Kota Denpasar, dengan supply listrik dari Bank Mandiri, SANG KUMBAKARNA akhirnya METANGI pada pukul 01:40 Wita dini hari.
KUMBAKARNA PUN METANGI DISAMBUT DENGAN RIUH TEPUK TANGAN WARGA YANG SUDAH MENUNGGU DENGAN SABAR.
Selamat untuk @keduxgarage dan @stysbtainsiat KALIAN LUAR BIASA.
Text by @gungdemayun – Video Credit: @nusabali_com

