Relationship
Micromanage dari Atasan Bikin Karyawan Stress, Yuk Cari Solusinya!
Kalau kamu cuma tahu atasan killer atau suka marah-marah saja, sepertinya kamu mesti baca artikel ini. Atasan menjadi sosok killer sebenarnya bukan tanpa sebab, bisa jadi salah satunya karena ia menerapkan micromanage dalam bekerja.
Tanda-tanda seorang atasan yang menerapkan micromanage dapat dilihat saat karyawannya melakukan kesalahan bekerja. Tidak jarang ia ikut campur mengambil alih pekerjaan tersebut yang membuat karyawannya tidak belajar dari kesalahan dan membuat mereka merasa tidak dihargai atas hasil kerja mereka. Penyebabnya adalah atasan ingin segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan punya hasil yang sempurna.

Dalam berelasi, atasan yang seperti ini cenderung suka melarang orang untuk mengemukakan ide atau pendapat secara terbuka, mengambil keputusan, memberi saran dan sejenisnya. Semua pekerjaan mulai dari ide, konsep kerja, saran, pengambilan keputusan terpusat di dirinya. Alasannya sederhana, ia tidak pernah puas dengan apa yang dilakukan orang lain.
Selain itu ia selalu ingin tahu anggota timnya sedang apa, dimana, dan bersama siapa meski sudah di luar jam kantor. Biasanya dia akan memata-matai lewat media sosial, dan membuat kamu insecure serta merasa tidak leluasa seolah hidupmu hanya untuk pekerjaan saja. Hati-hati ya, apa yang kamu lakukan di luar jam kantor bisa saja jadi alasan atasan menyalahkan kamu.

Wah stress juga nih kalau punya atasan begini! Solusinya adalah tetap bersikap positif. Kerjakan saja tugasmu dengan baik sesuai jobdesc, serta pastikan kembali apakah di perusahaan tempat kamu bekerja memiliki OKR.
OKR atau Objective and Key Results dibuat atas persetujuan atasan dan karyawan mengenai hak serta kewajiban masing-masing pihak. Dengan adanya OKR, pembagian tugas antar atasan dan karyawan menjadi jelas serta tidak membuat karyawan tertekan karena campur tangan berlebih dari atasan.

