Terkini
Pasar Saham Dan Mata Uang Dengan Segala Resikonya
Sejak terjadinya pandemi, tak bisa dipungkiri bahwa banyak masyarakat yang mengalami kendala perekonomian dan mencari alternatif lain. Dengan banyaknya akses di dunia modern saat ini, masyarakat bisa memanfaatkan momen di rumah untuk menambah penghasilan. Seperti mencoba terjun dalam investasi reksa dana melalui aplikasi ponsel. Terdapat banyak fitur dan pilihan varian waktu investasi yang bisa ditentukan sesuai kebutuhan.
Sekarang banyak penyedia layanan seperti Bibit, Tanamduit serta Ipot Go yang menjadi aplikasi reksa dana dan diawasi oleh OJK. Masyarakat bisa menginstal aplikasi tersebut dan memulai investasi dengan mudah. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan investasi.
Pertama, reksa dana memiliki resiko seperti usaha atau bisnis lainnya. Jadi jika anda ingin mulai berinvestasi, maka harus paham resiko yang dihasilkan. Return yang diperoleh dari reksa dana memang cukup besar untuk jangka menengah hingga jangka panjang.
Namun untuk jangka pendek, reksa dana saham bersifat fluktuatif. Jadi resiko yang didapat semakin tinggi. Jadi reksa dana itu seperti simpanan jangka panjang untuk banyak kebutuhan seperti pendidikan atau yang lainnya.
Kedua, reksa dana tidak hanya berupa saham. Pasti banyak orang yang mengira bahwasanya reksa dana hanya berupa jual beli saham perusahaan. Nyatanya, reksa dana sendiri bisa berwujud banyak hal seperti obligasi, surat hutang ataupun saham. Jadi pilihanya ada banyak tergantung kebutuhan perusahaan dan masyarakat tinggal menyesuaikan.
Ketiga, melihat kinerja perusahaan dengan jangka pendek. Hal ini biasanya dilakukan oleh pemula. Di mana tidak jauh berbeda dengan poin pertama, hal itu ditujukan untuk mencari keuntungan secara instan. Bahkan kurang dari sehari.
Namun ada opsi lain untuk mencari keuntungan perdetiknya, yakni dengan trading seperti berdagang mata uang atau forex. Tentu untuk mendapat penghasilan instan memiliki resiko yang besar pula. Pergerakan harga yang dinamis dan sulit diprediksi menjadi tantangan sendiri, namun keuntungan yang di dapat bisa jauh lebih besar daripada reksa dana.
Meski demikian, pasar forex memang ditujukan untuk mencari keuntungan instan. Berbeda dengan reksa dana yang mengambil profit dalam jangka waktu menengah hingga jangka waktu panjang.
Perbedaan selanjutnya adalah di reksa dana, kerugian yang dialami lebih kecil daripada bermain forex. Yakni ketika berada dalam forex berkemungkinan besar seseorang kehilangan seluruh uang yang mereka tanam. Sedangkan di reksa dana, hal itu sangat kecil sekali kemungkinannya untuk terjadi.
Jadi jika anda suka bermain aman dan meminimalisir resiko, maka ada baiknya anda bermain di reksa dana untuk jangka waktu panjang atau menengah. Namun jika anda seorang yang suka dengan tantangan dan berani ambil resiko untuk keuntungan yang instan, maka trading mata uang sangat cocok untuk anda.
Photo by : Karolina Grabowska
Source : Pexels.com
Penulis : Ryu Thetrawan

