Career
Senyum Cerah Jelang Resign, Sindrom Unik yang Dialami Karyawan Sebelum ‘Pergi’ Dari Kantor
Pernah mendengar lelucon, “Kalau wajahnya mendadak cerah, pasti mau resign?” Meski terdengar mengada-ada, fenomena ini benar-benar sering terjadi di dunia kerja. Banyak orang menyebutnya sebagai sindrom menjelang resign, yakni kondisi emosional dan psikologis yang berubah drastis saat seseorang sudah memutuskan untuk berhenti bekerja, tapi belum benar-benar keluar dari kantor. Lucunya, salah satu tanda paling umum adalah wajah jadi lebih cerah dan berseri-seri.
Sindrom Jelang Resign, Beban Emosi Berkurang
Ini bukan istilah medis, tapi lebih ke istilah populer yang menggambarkan perubahan suasana hati dan semangat kerja seorang karyawan yang sudah mantap akan resign. Biasanya terjadi dalam hitungan minggu atau hari menjelang hari terakhir bekerja. Beberapa menyebutnya sebagai calm before the exit yakni masa ketika beban emosional mulai berkurang, ekspektasi atas pekerjaan menurun, dan semangat menghadapi hari justru meningkat karena merasa sebentar lagi akan bebas.
Ciri-Ciri Sindrom Ini:
1. Wajah Terlihat Lebih Cerah dan Santai
Tak lagi stres memikirkan deadline atau atasan, ekspresi wajah jadi lebih tenang. Banyak rekan kerja mulai bertanya, “Kamu lagi bahagia ya?”
2. Mulai Tidak Ambil Pusing dengan Drama Kantor
Situasi yang biasanya membuat kesal kini terasa remeh. “Toh, sebentar lagi juga selesai,” begitu pikirnya.
3. Produktivitas Tetap Ada, Tapi Lebih Selektif
Hanya fokus pada tanggung jawab utama. Tidak lagi overthinking urusan tim atau inisiatif tambahan.
4. Lebih Ramah atau Lebih Diam (Tergantung Kepribadian)
Beberapa jadi lebih hangat sebagai bentuk perpisahan, sementara lainnya justru mulai menjaga jarak untuk transisi secara emosional.
5. Mulai Nostalgia atau Sentimental
Menyimpan foto meja kerja, menulis pesan perpisahan, hingga mengajak rekan makan siang terakhir.
Penyebab Sindrom Ini Bisa Muncul
Umumnya disebabkan karena beban mental berkurang dan tidak ada lagi kekhawatiran jangka panjang. Di sisi lain, harapan baru menanti baik itu pekerjaan baru, istirahat sejenak, atau perubahan karir. Lepas dari tekanan sistem atau budaya kerja yang tidak cocok serta kembali merasakan kontrol atas hidup dan pilihan sendiri.
Mengalami Sindrom Ini Bukanlah Hal Buruk
Justru ini bisa jadi indikasi bahwa keputusan resign memang tepat. Jika perubahan suasana hati terasa positif dan kamu merasa lebih dekat dengan diri sendiri, itu tanda bahwa kamu sedang berpindah ke arah yang lebih sehat. Namun, penting juga untuk tetap menjaga profesionalitas sampai hari terakhir, agar reputasi tetap terjaga.
Tetap jalankan tugas utama dengan baik dan ingat untuk menyiapkan dokumen penting atau handover secara rapi. Jalin komunikasi baik dengan atasan dan rekan kerja. Kamu juga bisa memanfaatkan momen ini untukrefleksi diri dan menyusun rencana ke depan. Jangan lupa pamit baik-baik, siapa tahu rekan kerja jadi koneksi karirmu di masa depan
Sindrom wajah cerah menjelang resign bukan hanya mitos. Ini adalah refleksi dari kebebasan batin yang mulai terasa, karena seseorang akan segera keluar dari tekanan yang selama ini menumpuk. Jika kamu sedang merasakannya, mungkin ini saatnya menyambut babak baru dalam karirmu dengan senyum yang tulus.

