Connect with us

Tata Cara Melukat Untuk Anak Gangguan Bicara Di Pelinggih Sang Hyang Iswara Banjar Gegadon

melukat gegadon

Bali

Tata Cara Melukat Untuk Anak Gangguan Bicara Di Pelinggih Sang Hyang Iswara Banjar Gegadon

Pelinggih Ida Bhatara / Sang Hyang Iswara saat ini banyak dikunjungi oleh pemedek/umat yang akan melukat karena dengan melukat di tempat ini diyakini bisa menyembuhkan anak yang terlambat bicara. Lokasi melukat ini terletak di Banjar Adat Gegadon Desa Adat Kapal Mengwi Badung.

Pelinggih Ida Bhatara / Sang Hyang Iswara

Untuk menuju ke lokasi ini sangatlah mudah. Kalau dari arah Denpasar, setelah jembatan sebelum menuju ke Pasar Beringkit terdapat Minimarket Alfamart, disebelah minimarket tersebut ada jalan menuju ke arah selatan. Ikuti saja jalan tersebut nanti akan bisa dilihat lokasi melukat karena lokasinya berada dipinggir jalan. Lokasi juga bisa dilihat melalui aplikasi Google Map di Link Google Maps ini.
Menurut I Ketut Sutha Kelian Adat Banjar Gegadon saat ditemui dilokasi, awalnya merupakan tempat pembagian air untuk sawah masyarakat atau sering disebut sebagai temuku. Saat itu beberapa anak-anak di lingkungan Banjar Gegadon yang memiliki hambatan dalam berbicara, mandi atau melukat ditempat ini dan secara ajaib anak-anak tersebut bisa berbicara secara lancar. Sejak itu masyarakat disini percaya akan khasiat melukat di tempat ini.

gegadon
I Ketut Sutha (Kelihan Adat Br. Gegadon) didampingi I Wayan Agus Suarjaya (Kaling Br. Gegadon)

Sarana upakara atau banten yang perlu dibawa adalah Pras Daksina Pejati yang digunakan untuk “atur piuning” apa yang menjadi tujuan kita melukat di tempat ini. Untuk melukat di tempat ini hanya bisa dilakukan saat Rahinan Kajeng Kliwon setiap lima belas hari sekali. “Kami belum berani merubahnya dan masih belum memungkinkan setiap hari untuk melukatnya”, ungkap I Ketut Sutha didampingi I Wayan Agus Suarjaya Kaling Br. Gegadon.

melukat anak telat bicara
Lokasi Melukat

Tahapan melukat di Pelinggih Ida Sang Hyang Iswara ini adalah saat pemedek datang langsung menaruh banten upakara pada tempat yang sudah disediakan. Setelah Jro Mangku menghaturkan banten dilanjutkan dengan sembahyang bersama. Setelah selesai sembahyang bersama pemedek nunas tirta. Anak yang akan melukat tidak nunas tirta, yang nunas tirta hanya pemedek yang mengantar si anak saja.
Kemudian dilanjutkan dengan prosesi melukat secara bergiliran dimana anak melukat di telabah/sungai kecil dan dipancoran. Setelah selesai melukat barulah si anak tersebut nunas tirta. Sebelum pulang jangan lupa untuk nunas tirta yang akan digunakan saat di rumah setiap harinya.

melukat gegadon
Anak-Anak Melukat Di Pancoran

Mengenai khasiat menurut I Ketut Sutha biasanya dirasakan secara bertahap dan dari penuturanan pemedek yang pernah melukat banyak yang sudah berhasil. Hal ini dibuktikan banyaknya pemedek yang datang kembali untuk menghaturkan sesangi / menghaturkan terima kasih ke Ida Sesuhunan Ida Sang Hyang Iswara yang dipuja ditempat ini.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Bali

Advertisement
To Top