Dalam rangka menghidupkan spirit berkreativitas para perupa di Bali, Galeri Zen1 melalui Jimbaran Art Festival menggandeng Jimbaran Hub dalam menggelar pameran yang bertajuk ‘Upon Time’. Pameran ini dibuka pada Sabtu (29/5) di Jimbaran Hub, Jimbaran, Badung.
Suasana Pameran Upon Time di Jimbaran Hub – Admin
Sejumlah 16 perupa lintas generasi unjuk kebolehan melalui karya-karya seni rupa inovatifnya. Keenam belas perupa tersebut terbagi atas 8 perupa muda dan 8 perupa senior, antara lain, I Wayan Aris Sarmanta, IB Eka Suta Harunika, IB Putu Purwa, Ni Nyoman Sani, Nyoman Arisana, Putu Sastra Wibawa, Ketut Teja Astawa, Dewa Ngakan Ardana, Dewa Made Johana, Ketut Nugi, Dewa Gede Suyudana Sudewa, I Made Surya Subratha, Putra Wali Aco, AA Istri Ratih Aptiwidyari, Monez, dan I Wayan Suja.
Salah satu seniman mengabadikan karyanya – Admin
Terdapat kurang lebih 20an karya yang
terdiri atas seni grafis, charcoal drawing, dan seni lukis yang dipamerkan
dalam ‘Upon Time’ ini.
“Kenapa ‘Upon Time’ karena
jenis-jenis karyanya berbeda dari segi genre dan generasi kalau saya lihat.
Tentunya berawal juga dari mimpi bahwa Kuta Selatan ini juga bisa jadi salah
satu destinasi art,” jelas Nicolaus F Kuswanto, selaku Direktur Galeri Zen1
Kuta.
Pameran yang digelar selama tiga
minggu dari 29 Mei – 20 Juni ini dikuratori oleh seniman muda bernama Vincent
Chandra. Selain berasal dari latar belakang seni rupa, Vincent juga salah satu
penulis di Gurat Institute, yakni sebuah komunitas seni rupa yang fokus pada
pengkajian, penulisan, serta pengarsipan seni rupa.
“Saya mengajak kembali
teman-teman yang pernah berkolaborasi dengan saya di pameran ‘Upon Time’ ini
baik dari kalangan muda maupun senior. Tujuan ‘Upon Time’ ini, saya ingin
mengajak perupa-perupa Bali berkolaborasi dari generasi ke generasi,” papar
Vincent data ditemui di lokasi.
Selain membangun relasi antar
perupa Bali lintas generasi, menurut Alumnus Pendidikan Seni Rupa Undiksha Singaraja
itu, pameran ini juga diharapkan menjadi napas pertama bagi kebangkitan destinasi
seni rupa di Kuta Selatan. Sementara itu, para penikmat seni yang ingin melihat
pameran diperbolehkan berkunjung tanpa dikenakan tiket masuk.