Connect with us

Dek Sri Akui Pentas Joged Mulai Bergairah

Peristiwa

Dek Sri Akui Pentas Joged Mulai Bergairah

 Bergeraknya kegiatan ekonomi di Kota Denpasar berimplikasi kepada bergairahnya sektor-sektor lain, salah satunya hiburan. 

Itu diakui penari joged, Ni Kadek Sri Yulianti. Kata dia, job pentas mulai berdenyut sejak Juli. 

“Kebanyakan sih nari untuk mereka mesesangi (kaul) seperti tiga bulanan,” ujarnya saat diwawancarai Jumat (28/8). 

Selain upacara dewa yadnya, acara manusa yadnya seperti pernikahan juga datang perlahan. Kendati tawaran pentas hingga ke luar Kota Denpasar, itu tak masalah baginya. 

Gairah tawaran pentas itu juga diikuti komitmennya dalam menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, dia pentas lintas kabupaten/kota. Bagi seorang penari Joged Bumbung, penerapan protokol kesehatan menurutnya perlu waktu adaptasi. 

“Kemana-mana bawa hand sanitizer, kan ga sadar juga waktu nari itu bersentuhan tangan dengan penonton, karena masi ada pengibing yang bandel ngga pake masker,” tuturnya. 

“Padahal udah dianjurin pake masker kalo ngibing, ya habis nari, selalu pakai hand sanitaizer sama tisu basah,” sambungnya.

Selain beradaptasi dengan protokol kesehatan saat pentas, dia juga harus beradaptasi perubahan upah yang menurun. Dia mencontohkan upah dengan tujuan Nusa Penida, Klungkung. Harga normal mulai Rp.700 ribu, tanpa harus menanggung biaya transportasi.

“Tapi waktu bukan Juli kemaren, klien-nya minta harga korona. Alasannya biar jalan aja sesangi-nya, kami dibayar 500 bersih, ya ngga apa-apa juga sih, biar sama-sama jalan juga,” ujarnya menghibur diri.

Sumber : denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Peristiwa

Advertisement
To Top