Connect with us

Belajar Sejarah Untuk Menentukan Arah

Peristiwa

Belajar Sejarah Untuk Menentukan Arah

Beberapa tahun lalu, saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Jerico Siahaan (23) mulai tertarik menyukai pelajaran Sejarah, kesukaanya terhadap pelajaran sejarah dilanjutkan dengan mengambil program studi Sejarah di Universitas Udayana, Bali.

Baginya belajar sejarah penting agar kita tidak tersesat menentukan arah. Semangat itulah yang ia ingin tularkan kepada generasi muda.

Sembari merapikan kertas di meja lalu kemudian menyeruput segelas kopi di pesraman Satyam Eva Jayate, Sabtu (21/11/2020). Jerico panggilan akrabnya, mulai menceritakan awal kesukaanya pada mata pelajaran sejarah.

Kesukaannya pada sejarah bermula dari kegemaranya menonton film-film bertema perang dunia. Rasa penasaran terhadap cerita lengkap tentang perang dunia, kemudian memantiknya untuk mulai berani membaca buku-buku sejarah, terutama terkait perang dunia.

Kesukaanya  semakin bertambah ketika guru SMA-nya memperkenalkan beragam tema-tema sejarah menarik  mulai dari sejarah Indonesia sampai sejarah Eropa. Memalui tema-tema sejarah ini ia mulai berkenalan dengan bentuk budaya yang ada di Indonesia, sistem masyarakat Indonesia, serta ada istiadat Indonesia.

Baginya pengetahuan akan hal-hal tersebut sangat penting guna menjadi modal untuk menciptakan masyarakat yang penuh rasa toleransi. Selepas mengakhiri masa SMA, berbekal kesukaanya pada sejarah, Jerico memantapkan diri memilih untuk melanjutkan pendidikan di program studi Sejarah Universitas Udayana, Bali.

Pilihannya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi adalah bukti cintanya terhadap pelajaran sejarah. Sekalipun ia menyadari bahwa belajar sejarah di bangku kuliah sungguh sangat berbeda dengan belajar di SMA.

Pada bangku kuliah selain dituntun untuk belajar sejarah, para mahasiswa juga diajarkan untuk melakukan praktik penulisan sejarah. Tak jarang, hal tersebut sedikit menghambatnyaa.  

Namun, karena betul-betul menyukai sejarah dan menyadari bahwa belajar sejarah tidak akan cukup didalam kelas saja, ia bersama beberapa kawanya merintis komunitas bernama Mahasiswa Pencinta Sejarah (MAPS) pada tahun 2017. MAPS merupakan komunitas yang berfokus bergerak dibidang sejarah.

Kegiatan-kegiatan MAPS biasanya di isi dengan diskusi seputar sejarah, kunjungan situs sejarah, dan publikasi tulisan-tulisan sejarah. “Dalam beberapa kesempatan kami pernah mengunjungi Prasasti Blanjong di Sanur Bali, Candi Jukut Paku dan Candi Tebing Kelebutan di Gianyar serta beberapa kali pernah mengadakan diskusi terkait sejarah,” ujarnya.

Menurut Jerico kegiatan seperti kunjungan situs dan diskusi sejarah sangat penting dilakukan oleh semua orang, terutama generasi muda karena dari sejarahlah kita bisa menemukan jati diri kita.

Sejarah bukanlah masa lalu tanpa makna, tapi sejarah sungguh bermakna karena mengajarkan pada kita hal-hal paling mendasar. Oleh karenanya melalui pemahaman sejarah kita dapat menentukan arah kemana akan melangkah.

Terakhir, Jerico berpesan agar generasi muda, bisa mulai berkenalan dengan sejarah dan mencoba menyelaminya untuk bisa menemukan suatu harta karun yang bisa dibawa ke permukaan.

Sumber : denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Peristiwa

Advertisement
To Top