Connect with us

Berbekal Odong-odong Karatan, Bapak Ini Tetap Mangkal Meski Tidak Ada yang Tertarik Menyewanya

Sosok

Berbekal Odong-odong Karatan, Bapak Ini Tetap Mangkal Meski Tidak Ada yang Tertarik Menyewanya

Odong-odong karatan itu tetap dikayuhnya tiap hari. Ia pun harus pulang dengan tangan kosong karena anak-anak sudah tidak tertarik naik odong-odong.

Foto: Instagram @windisayaphati.

Meski demikian kondisinya, Rusman tetap gigih bekerja narik odong-odong. Ia tinggal bersama sang istri yang bekerja sebagai buruh cuci dan setrika.

Penghasilan istrinya dari menjadi buruh cuci dan setrika hanya Rp200 ribu per bulan. Sementara, mereka harus membayar kontrakan seharga Rp400 ribu per bulan.

Mau tidak mau, sang istri pun harus bekerja di dua rumah agar dapat memenuhi tunggakan kontrakan. Sedangkan, Rusman sendiri belum bisa memberi nafkah tambahan karena odong-odongnya sepi.

“Semenjak pandemi, bapak hanya bisa duduk termenung karena tidak ada yang naik odong-odong,” tulis keterangan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @windisayaphati.

Foto: Instagram @windisayaphati.

Bahkan saking bingungnya, pria 56 tahun itu nekat membuat sebuah tulisan di kertas yang ditempel di odong-odong miliknya tentang keluh kesahnya meminta keadilan pemerintah.

Pasutri itu awalnya telah berusaha meminta keadilan dengan meminta bantuan dari pemerintah berupa BLT untuk membantu perekonomian mereka. Namun, hingga saat ini bantuan itu tak kunjung datang.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Sosok

Advertisement
To Top