Peristiwa
Campuhan Windhu Segara, Salah Satu Tempat “Melukat” di Masa Pandemi
Bali terkenal dengan julukan Pulau Seribu Pura. Namun, hal ini bukan tanpa alasan. Hampir di seluruh pelosok Bali tersebar berbagai macam pura dengan fungsinya masing-masing. Salah satu pura yang banyak dikunjungi khususnya di masa pandemi Covid-19 ialah Pura Campuhan Windhu Segara.
Genah atau tempat pengelukatan yang terletak di Padanggalak Denpasar, Kesiman ini terbilang pura yang cukup baru dibandingkan pura lainnya. Meskipun demikian, pura yang baru didirikan pada tanggal 7 Juli 2005 ini memiliki banyak peminat. Khususnya pada saat rahinan purnama, tilem, dan kajeng kliwon. Hal ini dikarenakan tempat yang strategis dan mudah dijangkau.
Secara singkat dapat dijelaskan campuhan merupakan perpaduan air laut dan air sungai (tawar). Tentu hal ini selaras dengan genah pengelukatan Campuhan Windhu segara ini yang terletak di pinggir pantai. Di masa pandemi sekarang ini, banyak umat hindu yang memohon keselamatan lahir batin dengan cara melukat.
Mengingat Covid-19 belum berkahir, tentu ada beberapa protokol kesehatan yang harus dipatuhi ketika melaksankan pengelukatan. Seperti halnya menjaga jarak dan menggunakan handsanitizer setelah memegang benda-benda milik umum.
Genah pengelukatan ini di percaya mampu menetralisir aura negatif baik secara skala maupun niskala. Oleh karenanya Genah Melukat Pura Campuhan Windhu Segara bisa menjadi alternatif peleburan mala terlebih di masa pandemi Covid-19.
Sumber : denpasarkota.go.id

