Connect with us

HIPMI Bali Gelar Kompetisi Bisnis ,Dorong Anak Muda Cari Solusi Krisis Sampah

Peristiwa

HIPMI Bali Gelar Kompetisi Bisnis ,Dorong Anak Muda Cari Solusi Krisis Sampah

Permasalahan sampah di Bali yang semakin mendesak, mendorong banyak pihak untuk ikut mencari solusi. Tidak hanya pemerintah, kalangan pengusaha muda pun mulai bergerak. Salah satunya melalui langkah yang dilakukan oleh Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali dengan menggelar Kompetisi Bisnis dan Inkubator Bisnis bertema pengelolaan sampah.

Ketua Panitia, Komang Tangkas Perwira Negara, saat memberikan sambutan.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda Bali untuk menuangkan ide, inovasi, sekaligus solusi nyata dalam menghadapi persoalan sampah yang kini menjadi perhatian serius di Pulau Dewata.

Ketua Panitia, Komang Tangkas Perwira Negara mengatakan, kompetisi ini lahir dari keresahan bersama terhadap persoalan sampah yang semakin kompleks di Bali.

Menurutnya, HIPMI Bali ingin mengambil bagian dalam mencari jalan keluar dengan membuka ruang kreatif bagi anak muda untuk menghadirkan gagasan yang berdampak nyata.

“Melalui kompetisi ini nantinya kami berharap muncul ide-ide terbaik yang mampu memberikan dampak signifikan dalam memecahkan masalah sampah di Bali,” ujar pria yang juga sebagai Ketua Bidang VII (Pangan, Pertanian, dan Perkebunan) BPD HIPMI Bali ini.

Komang Tangkas menjelaskan, proses penilaian dilakukan secara serius dengan melibatkan dewan juri yang memiliki pengalaman di bidang bisnis, lingkungan, hingga pengembangan masyarakat berkelanjutan.

Dewan Juri berfoto bersama perwakilan panitia.

Tiga dewan juri yang terlibat yakni Dwi Novita Cahyaningtyas Permatasari, Agus Sumber Dana atau yang akrab disapa Gus Tulank, serta Komang Tangkas sendiri.

Dwi Novita dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi di bidang digital business dan sustainable tourism. Sementara Gus Tulank dikenal aktif dalam pengembangan masyarakat serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Adapun Komang Tangkas selain aktif di HIPMI Bali, juga terlibat dalam berbagai organisasi seperti Aprindo Bali dan Pemuda Tani Indonesia.

Antusiasme peserta disebut cukup tinggi. Dari target awal 30 peserta, panitia menerima sebanyak 36 proposal bisnis dari berbagai kalangan generasi muda Bali.

Salah satu peserta sedang melakukan pitching bisnis dihadapan dewan juri.

Seleksi dilakukan melalui beberapa tahap. Dari puluhan proposal tersebut, disaring menjadi 20 besar sebelum akhirnya dipilih delapan proposal terbaik yang dinilai paling potensial memberikan dampak nyata terhadap persoalan sampah di Bali.

Delapan finalis tersebut yakni Aionik Bio-Refine, Siklora, Bali Circular Feed, Bhumi Collective Loop, Biorent, Bali Resik, Bali Cycle, dan BanaNo Plastic.

Untuk menentukan tiga besar, panitia menggelar sesi pitching bisnis pada Jumat (8/5/2026) di aula Primakara University, Denpasar. Seluruh finalis mempresentasikan ide bisnis mereka secara langsung di hadapan para dewan juri.

Rektor Primakara University, I Made Artana (tengah) bersama dewan juri dan perwakilan panitia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Primakara University, I Made Artana. Dalam sambutannya, ia mengajak para peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk mengembangkan jejaring dan keberanian membangun usaha berbasis solusi sosial.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif bergabung dalam HIPMI Perguruan Tinggi yang kini telah hadir di sejumlah kampus di Bali.

Selain sesi pitching, peserta juga mendapat pembekalan melalui sharing session tentang inkubator bisnis yang dibawakan oleh I Ketut Sae Tanju.

I Ketut Sae Tanju saat mengisi sesi sharing inkubator bisnis.

Pengusaha yang juga dikenal sebagai pemilik The Joglo Beratan itu membagikan pengalamannya mendampingi berbagai bisnis rintisan di Bali. Ia menekankan pentingnya rasa percaya diri terhadap proposal bisnis yang dimiliki.

Menurutnya, keyakinan terhadap ide usaha menjadi salah satu faktor penting untuk menarik perhatian investor.

Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan tiga proposal terbaik, yakni BanaNo Plastik, Bhumi Collective Loop, dan Bali Resik.

Peserta tiga besar proposal terbaik bersama dewan juri dan perwakilan panitia.

Komang Tangkas menyebut, para pemenang akan diumumkan secara resmi dalam acara puncak Forbisda BPD HIPMI Bali pada Sabtu, 16 Mei 2026 mendatang.

Untuk total hadiah, juara pertama akan memperoleh Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta.

Tak hanya itu, tiga finalis terbaik juga mendapat kesempatan mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan Komisaris PT PLN Indonesia Power, Anthony Leong, dalam agenda Kuliah Umum HIPMI Bali yang digelar pada Selasa (12/5/2026) di Universitas Udayana.

“Harapan kami, dari kegiatan ini bisa lahir business plan terbaik yang nantinya dapat dibina dan dikembangkan sehingga benar-benar berkontribusi dalam mengatasi persoalan sampah di Bali,” tutup Komang Tangkas.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Peristiwa

Advertisement
To Top