Connect with us

Duet Maut Gong Kebyar Denpasar Dan Gianyar

Peristiwa

Duet Maut Gong Kebyar Denpasar Dan Gianyar

Dengan warna pakaian yang serba putih dan merah, Sekaa Gong Kebyar Gianyar disusul Denpasar, memasuki panggung terbuka Ardha Chandra, Selasa (18/6). Penonton riuh bersorak dan bertepuk tangan memadati Ardha Chandra hingga memenuhi Kalangan Madya Mandala untuk menonton layar siaran langsung.

   Di balik panggung, nampak seorang pria dan enam orang perempuan lainnya berdiri melingkar. “Apapun yang terjadi nanti, pokoknya tetap semangat sampai akhir,” ujar Komang Helen, Koordinator Umum pementasan Gong Kebyar Duta Kabupaten Gianyar melakukan briefing dengan para anggota dari sekaa.

Setelah membriefing, Komang berujar, “Penampilan dari Gianyar termasuk yang ditunggu penonton,” tutur Komang. Untuk itulah, Komang dan sekaa gong kebyar dari Desa Belege bahkan sudah mempersiapkan sejak tahun 2018. “Kami persiapkan dari Nobermber 2018, itu mulai ditunjuk dari dinas sampai dengan latihan-latihannya,” imbuh Komang.

Kali ini, diadakan Parade Gong Kebyar Dewasa dengan penampilan yang akan diisi oleh Sekaa Gong Panji Kumara Mas, Br. Jasri, Desa Belega, Kec. Blahbatuh, Duta Kabupaten Gianyar bersanding dengan Sekaa Gong Kebyar Sapta Yowana Kanti, Kel. Sumerta, Desa Pakraman Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Duta Kota Denpasar di Panggung Terbuka Ardha Candra. Dalam parade Gong Kebyar Dewasa ini, Gianyar menonjolkan aspek properti dan lighting.

“Untuk materinya, kami membawakan Tabuh Kreasi Kekebyaran Bajradara, Tari Kreasi Panji Bali Aga, Sandya Gita Suara Yantra, Solah Ngerawit yang berjudul Hyang Tri Semaya,” tambahnya. Tidak lupa, Sekaa Gong Panji Kumara Mas merupakan Sekaa Nyebun yang komposisi pemainnya 95% terdiri dari orang asli Desa Belega.

Tidak kalah dengan Gianyar, Duta Kota Denpasar, Sekaa Gong Kebyar Sapta Yowana Kanti juga menampilkan keunggulannya. “Denpasar lebih mengunggulkan vokal dan instrumen, kami tidak  terlalu di properti melainkan di koreografi dan mengandalkan suasana dan alur cerita,” ujar Ngurah Bagus Supartama, penggarap materi solah ngawarit Duta Kota Denpasar.

Adapun materi yang dibawakan oleh Denpasar, yakni Ngunda Bayu, Solah Ngerawit dengan judul Pratijna, lalu ada Kebyar Siar Siur, dan terakhir Kebyar Bang. Materi yang dibawakan oleh Duta Kota Denpasar sangat erat kaitannya dengan tema besar ‘Bayu Pramana’. Misalnya saja, garapan Sandya Gita yang bertajuk ‘Ngunda Bayu’ sangat terinspirasi dari filosofi angin dalam kehidupan, lalu ada juga Kebyar Siar Siur yang selaras dengan sifat angin dan ambiguitas dari bayu, dan yang terakhir adalah garapan tarian Kebyar Bang yang sangat dinamis dan energik tidak lepas terinspirasi dari konsep Bayu Pramana.

Dua penampilan dari Duta Kabupaten Gianyar dan Duta Kota Denpasar menjadi garapan yang dinanti para penonton, masing-masing perwakilan kabupaten memiliki pendukung yang sama-sama berjumlah banyak. Alhasil, parade gong kebyar dewasa kali ini berlangsung sangat meriah.

Sumber; denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Peristiwa

Advertisement
To Top