Connect with us

Hidupnya Diselamatkan Anjing Hitam, Kini Gadis Bali Ini Rawat 96 Anjing dan 20 Kucing Telantar

Bali

Hidupnya Diselamatkan Anjing Hitam, Kini Gadis Bali Ini Rawat 96 Anjing dan 20 Kucing Telantar

Meski kekurangan, Gung Dewi bertekad untuk jadi penyelamat anjing telantar. Tidak hanya 96 ekor anjing yang ia rawat, tetapi juga ada 20 kucing jalanan. Semuanya dirawat menggunakan uang pribadi.

Foto: Instagram @a.adewilayna

Gadis bernama lengkap Anak Agung Dewi Layna Pertiwi (18) yang akrab disapa Gung Dewi, memiliki kisah tersendiri bersama anjingnya yang bernama Selem (hitam).

Foto: Putri Handayani

Kisahnya berawal sejak 2014 silam ketika Gung Dewi duduk di kelas 4 SD dan tidak sengaja memakan roti kedaluwarsa di sekolahnya. Ia pun keracunan dan dilarikan ke rumah sakit.

Ketika itu, sang ayah, Anak Agung Oka Yasna, sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit. Hari itu hujan dan ia tidak sengaja bertemu seekor anjing hitam yang kehujanan. Entah angin dari mana, Gung Oka pun membawa anjing itu ke rumah sakit dan tidak jadi pulang.

Sesampainya di ruang rawat, Gung Oka meletakkan anjing hitam kecil itu di ranjang Gung Dewi yang saat itu belum siuman. Anjing hitam itu pun mulai menjilati tubuh Gung Dewi dari ujung kaki sampai wajahnya.

Foto: Putri Handayani

“Setelah dijilat, langsung dia muntah. Semuanya dikeluarkan racunnya,” tutur Gung Oka saat ditemui Denpasarnow.

Keajaiban itu membuat dokter yang merawat Gung Dewi kaget dan sempat tak percaya. Pasalnya, sedikit kemungkinan gadis itu kembali normal karena racun telah menjalar ke kepala.

Setelah siuman, gadis asal Banjar Bangkilasan, Mas, Ubud, Gianyar, itu justru tidak langsung mengajak orang tuanya bicara, melainkan perhatiannya tertuju pada anjing hitam yang telah menyelamatkan hidupnya. Ia pun menamai anak anjing hitam itu sebagai Selem.

Sejak saat itu, Gung Dewi mulai peka dan berempati pada anjing jalanan yang telantar. Satu demi satu anjing-anjing itu dibawa ke rumahnya dan dirawat, dari mengobati hingga memberi makan. Awalnya, semua dilakukan dengan dana pribadi.

Foto: Putri Handayani

Demi mendukung niat baik putrinya, Gung Oka pun sampai rela berhenti bekerja dan menjual burung koleksinya untuk menjaga dan membiayai pakan anjing-anjing yang semakin banyak, sementara Gung Dewi bersekolah. Hanya sang ibu yang saat itu menjadi tulang punggung keluarga.

Foto: Putri Handayani

Akhirnya, Gung Dewi yang kini duduk di bangku SMK telah membangung sebuah tempat penampungan anjing dan kucing jalanan yang diberi nama Pondok Aswatama.

Dari mulai anjing kecil hingga besar, semua ada di pondok tersebut. Mereka dirawat dengan kasih sayang dan perhatian penuh. Gung Dewi pun membuka pintu seluas-luasnya bagi para pecinta anjing dan kucing yang ingin mengadopsi atau berdonasi untuk pakan mereka.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Bali

Advertisement
To Top