Connect with us

Jadi Pembicara Di Seminar Stimik Stikom Bali, Rai Mantra Motivasi Mahasiswa, Ajak Tingkatkan Kompetensi.

Peristiwa

Jadi Pembicara Di Seminar Stimik Stikom Bali, Rai Mantra Motivasi Mahasiswa, Ajak Tingkatkan Kompetensi.

Memasuki Era Industri 4.0 dengan konsep kolaborasi teknologi membuka akses yang luas serta memberikan kemudahan kepada siapa saja termasuk  Mahasiswa. Generasi yang sering disebut sebagai agen perubahan hendaknya mampu melihat dan mengarahkan diri pada peluang-peluang peningkatan jiwa entrepreneurship. Hal tersebut terungkap dalam seminar Nasional yang diselenggarakan STIMIK STIKOM STMIK Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Indonesia) Bali, yang menghadirkan Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra sebagai pembicara, Minggu (1/12) di ruang pertemuan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Kota Denpasar. Ratusan mahasiswa terlibat dalam seminar sehari ini dengan tema “menjadi dan memberi”.

Walikota Rai Mantra disamping membuka wawasan mahasiswa dalam melihat peluang menjadi seorang entrepreneur juga memberikan motivasi dalam meningkatkan keahlian atau skill masing masing. “Mari kita tingkatkan kompetensi dengan mengkuti perubahan yang ada, terlebih sebagai seorang mahasiswa yang mengenyam pendidikan tinggi untuk dapat terus bertransformasi,” ajak Rai Mantra.  Lebih lanjut disampaikan bahwa terdapat model kelahiran generasi manusia hingga kita memasuki era industry 4.0. Kelahiran generasi X antara tahun Generasi x 1965 – 1980 generasi yang sangat kreatif. Lanjut pada generasi yang disebut baby boomers 1946-1964 sebagai generasi yang mengandalkan konfensional dan sangat terstruktur serta berusaha mengikuti pola pikir. Saat ini telah memasuki jaman kelahiran milenial antara kelahiran tahun 1981-1994 sebagai generasi yang memiliki peluang yang sangat mudah untuk menjadi seorang entrepreneur.

Serta terdapat generasi Z yakni kelahrian tahun 1995-2010 yang tidak alergi dengan gadjet, serta sangat melek dengan teknologi. Melihat dari sisi tersebut generasi milenial dan generasi Z adanya keterbukaan teknologi informasi serta jenjang pendidikan mampu sebagai peluang membangkitkan jiwa kewirausahaan. Sehingga peningkatan kompetensi bagi mahasiswa sangat penting yang nantinya akan dapat bekerja unggul, dan kompetitif terlebih dalam menghadapi era 4.0 saat ini.

Kemudahan-kemudah telah kita terima saat ini dengan kehadiran berbagai aplikasi-aplikasi tekonologi yang ada. Mahasiswa dapat memotivasi diri berkolaborasi dalam satu ekosistem dari pemerintah, dan swasta. Denpasar saat ini telah mengarah pada orange ekonomi, yakni bagiamana memadukan antara bisnis tradisional dan bisnis digital. “Seperti saat ini kita dapat memesan makanan khas Bali melalui aplikasi dari rumah, hal ini menjadi salah satu perpaduan tradisional dan digital sebagai orange ekonomi,” ujar Rai Mantra. Disamping itu juga dalam 10 Tahun terakhir pihaknya juga secara berkesinambungan telah menjaring sebanyak 300 Wirausaha Muda Denpasar.

Para pemenang Wirausaha Muda Denpasar juga diberikan pendidikan peningkatan jiwa kewirausahaan hingga akses permodalan. Sehingga kami mendorong setiap universitas dapat membangun jiwa kewirausahaan lewat incubator bisnis pengembangan antar pendidikan dan bisnis.  “Semua memiliki peluang dan kesempatan dalam era  4.0, namun harus berusaha, berinovasi, planing yang bagus, beri keunggulan bisnis, serta konsisten untuk sukses,” ujar Rai Mantra sembari memotivasi bahwa kehidupan, sama seperti bermain sepak bola. Jatuh dan bangun sudah pasti, ambil sikap komitmen dan keberanian untuk menjadi entrepreneurship, serta era 4.0 akan kita hadapi dengan kompetensi dan persiapkan diri dengan sebaik baiknya (pur)

Sumber ; denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
To Top