Sosok
Kisah Kakek Pencari Kayu Bakar, Harus Kumpulkan Sebanyak 1 Pick Up Demi Rp150 Ribu per Bulan
Di tengah kota Jakarta yang terkenal metropolitan, sebagian warganya ada yang masih mengumpulkan kayu bakar di pinggiran kota.
Berbekal sepeda tuanya, kakek Patih yang berumur 85 tahun itu harus tertatih-tatih mendorong sepeda yang di atasnya terikat sejumlah kayu bekas untuk dijual.

Tubuhnya yang sudah membungkuk dan telapak kaki kanannya yang bengkok membuat Patih kesulitan bergerak. Langkahnya satu-satu dan butuh waktu lama untuk sampai ke tujuan.
Patih tinggal di kawasan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sehari-hari ia mencari kayu bakar di pinggir jalan. Berangkat pukul 8 pagi hingga 3 sore.

Bagi Patih, bukan perkara mudah untuk mengumpulkan kayu bakar, apalagi dipatok harus terkumpul sebanyak satu mobil pick up. Itu pun, ia hanya diberi upah Rp150 ribu per bulan.
Meski kekurangan, kakek itu tetap menyisihkan uangnya tiap dua atau tiga bulan sekali untuk diberikan pada anak dan cucunya di Brebes. Ia memiliki dua anak, salah satu anaknya bahkan mengalami kelumpuhan.
Beruntung ada menantunya yang membantu perekonomian dengan menjadi buruh pengupas bawang dengan upah Rp500 per kilo. Sedangkan, istrinya sudah lama meninggal.

