Sosok
Kisah Kakek Penjual Kolang-Kaling, Pernah Jatuh dari Pohon Hingga Punggungnya Bengkok
Kakek 80 tahun itu juga pernah ditipu oleh pembelinya. Seseorang memesan kolang-kaling dalam jumlah banyak dan tidak membayar sepeser pun.

Tamami pun hanya bisa pasrah saat dirinya merugi. Kakek asal Purabaya, Sukabumi, Jawa Barat, itu harus menghidupi istri dan cucunya. Karena rugi, tak jarang mereka hanya bisa makan dengan lauk yang sangat sederhana.
Sehari-hari, Tamami memang bertumpu pada pohon kolang-kaling miliknya sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Meski tubuhnya sudah renta, ia harus memanjat sendiri pohon yang menjulang setinggi kelapa itu.

Suatu hari, Tamami pernah terjatuh dari pohon kolang-kaling. Peristiwa itu mengakibatkan kebengkokan pada tulang punggungnya dan hingga kini ia pun harus berjalan membungkuk.

Setelah memanjat dan memetik buah, Tamami masih harus mengupas dan menggeeprek buahnya satu per satu. Setelah itu, ia akan berkeliling dari kampung ke kampung memikul keranjang untuk menjual kolang-kaling.
Tidak banyak yang bisa dikumpulkan oleh Tamami. Sehari, penghasilannya hanya sekitar Rp20-30 ribu. Saat ini, Tamami hanya berharap bisa diberi kesehatan untuk terus bisa menafkahi keluarga kecilnya.

