Connect with us

Kisah Mbah Joni, Kakek 90 Tahun yang Dedikasikan Hidupnya Demi Lestarikan Kesenian Wayang

Sosok

Kisah Mbah Joni, Kakek 90 Tahun yang Dedikasikan Hidupnya Demi Lestarikan Kesenian Wayang

Mbah Joni hidup sebatang kara. Agar tidak kesepian, kakek 90 tahun itu berjualan wayang karton sambil mengajari anak-anak yatim dan jalanan membuat wayang secara gratis.

Foto: Instagram @kitabisa.com

Mbah Joni berasal dari Gresik, Jawa Timur. Sehari-hari ia berjualan wayang karton yang dibuat dengan tangannya sendiri untuk menyambung hidup.

Karena tenaganya sudah tidak sekuat dulu, Mbah Joni menggelar lapak pinggir jalan untuk menjajakan wayangnya. Harga wayang Mbah Joni bervariasi. Mulai dari Rp5 ribu untuk ukuran kecil, Rp30 ribu ukuran sedang, hingga ukuran besar seharga Rp50 ribu.

Foto: Instagram @kitabisa.com

Tak jarang, Mbah Joni menjual wayangnya di bawah harga semestinya. Hal ini bukan tanpa alasan, ia hanya ingin agar orang-orang kembali meminati wayang sebagai warisan budaya dan sejarah Jawa.

“Kadang laku satu, dua, malah pernah ndak laku berhari-hari. Tapi cukuplah buat Mbah makan meskipun kadang harus berpuasa,” tutur Mbah Joni.

Keluarga Mbah Joni telah merantau dan bekerja di kota besar. Maka, ia pun hidup seorang diri. Rumah satu-satunya mesti ia jual untuk biaya hidup dan membayar sekolah anak-anaknya. Kini Mbah Joni harus tinggal di tenda kayu dan terpal.

Foto: Instagram @kitabisa.com

Hidup Mbah Joni selalu didedikasikan untuk wayang. Kebahagiaannya adalah melihat anak-anak bisa membuat wayang dan mencintai budaya leluhur.

“Mbah kadang nangis, Mbah menjual wayang bukan ingin kaya, Mbah bisa membuat wayang dulu diajari di sekolah ketika masih zaman penjajahan. Mbah nangis kalau suatu saat wayang ini akan hilang karena tidak ada generasi yang membuatnya,” curhatnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Sosok

Advertisement
To Top