Bali
Melukat Dengan Air Yang Keluar Dari Batu Besar Di Pura Pucak Watu Geni Denpasar
Pura Pucak Watu Geni merupakan salah satu tempat melukat yang berada ditengah kerarmaian Kota Denpasar. Lokasi Pura ini berada di Jalan Nuansa Indah Desa Pemecutan Kaja Denpasar. Untuk mencapai lokasi pura ini masuk melalui jalan Buluh Indah, sebelah selatan perempatan Buluh Indah – Gatsu Barat. Sekarang sudah berisi petunjuk jalan untuk lokasi pura ini atau bisa cek lokasi di google map . Letak Pura Pucak Watu Geni berada ditengah-tengah pemukiman penduduk.

Pura Pucak Watu Geni awalnya merupakan tanah kosong dimana terdapat pohon Jepun dan batu besar. Jro Mangku saat itu terkena musibah sakit dan dapat pewisik untuk memohon obat di areal tanah kosong tersebut, tepatnya di batu besar yang terletak disana.

Batu tersebut mengeluarkan air dimana air inilah yang digunakan untuk mengobati sakitnya. Secara ajaib sakit dari Jro Mangku berangsur-angsur sembuh dan semenjak itu beliau mulai ngaturang ayah dan membangun beberapa pelinggih di lokasi tanah tersebut (lokasi pura sekararang).
Nama Pura Pucak Watu Geni didapat dari pewisik dimana Watu Geni berasal dari kata Watu dan Geni. Watu berarti batu dan Geni berarti Api jadi Watu Geni berarti Batu yang mengeluarkan api. Batu besar yang terdapat di areal jeroan(halaman utama) pura ini saat piodalan biasanya mengeluarkan asap dan terasa panas.

Batu besar ini mengeluarkan air yang tidak pernah habisnya sehingga sering disebut sebagai air abadi. Air yang keluar dari Batu Besar mengalir ke sebuah penampungan mirip seperti sumur. Air di sumur inilah kemudian ditampung dalam sebuah batu besar bentuknya mirip guci. Air ini nantinya digunakan sebagai tirta (air suci) yang digunakan saat piodalan maupun untuk melukat.

Di sebelah selatan Batu Besar ini terdapat sebuah Batu Bolong yang juga bisa mengeluarkan air suci/tirta. Tirta ini dikatakan oleh pengempon pura sebaga tirta pingit dimana berfungsi untuk mengobati orang yang terkena sakit baik skala maupun niskala.

Di Pura Pucak Watu Geni ini terdapat beberapa pelinggih seperti Gedong Pelinggih Ida Bhatara Lingsir, Pelinggih Ratu Gede Dalem Ped yang terletak di Jeroan(halaman utama).

Sedangkan di Jaba Tengah (halaman tengah) terdapat pelinggih Dewi Kwam In, Ratu Niang Lingsir dan Ratu Ayu Mas Melanting. Pelinggih Ratu Niang Lingsir awalnya terletak di pinggir sungai, atas ijin dan petunjuk Ida Sesuhunan, pelinggih tersebut dipindah ke areal Jaba Tengah pura.

Pelinggih di Jaba Tengah ini biasanya berhubungan dengan bisnis/ekonomi. Banyak kalangan pebisnis/pengusaha nangkil ke pura ini untuk memohon kelancaran usaha/bisnisnya. Umat yang sembahyang juga banyak dari umat Budha karena di pura ini juga menganut konsep Siwa Budha.

Melukat di Pura Pucak Watu Geni ini biasanya dilakukan saat Banyupinaruh. Saat Banyupinaruh akan ramai pemedek yang tangkil untuk melukat. Namun melukat selain hari Banyupinaruh juga bisa dilakukan di pura ini. Biasanya pemedek melukat saat rahinan purnama. Sarana yang dibawa adalah bunga 11 jenis (dilarang menggunakan bunga mitir) dan banten pejati. Pejati yang dibawa berjumlah 2, satu untuk melukat satunya lagi dihaturkan untuk melakukan persembahyangan.
Jro Mangku yang bertugas saat ini adalah Jro Mangku Kadek Purnama Jaya yang menggantikan almarhum ayahnya. Piodalan di Pura yang diempon oleh keluarga Jro Mangku Kadek Purnama Jaya ini jatuh pada hari Purnama Sasih Kapat. Jika ingin melukat atau sembahyang di pura ini bisa menghubungi kakak dari Jro Mangku Kadek Purnama Jaya yang tinggal dekat dengan lokasi pura. Bisa menanyakan lokasi rumah beliau ke masyarakat sekitar.

