Connect with us

Mencari Peluang di Tengah Pandemi

Peristiwa

Mencari Peluang di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 tidak menjadi alasan bagi I Gede Sulastrawan (22) dan Dayu Anggreni (20) untuk berhenti berkreatifitas. 

Berbekal keberanian dan ide kreatif yang matang, mereka berhasil merintis Huy.Gallery. Sejak pertama diperkenalkan, usaha tersebut kini telah menjadi salah satu sumber rezeki mereka. 

Sulastrawan begitu akrab ia dipanggil merupakan mahasiswa fakultas Peternakan Universitas Udayana yang saat ini duduk di semester 7. Sementara Dayu adalah mahasiswa semester 5 fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati. 

Menjadi seorang mahasiswa di era Pandemi secara otomatis mengakibatkan aktivitas kampus mereka tidak seintensif ketika kondisi normal. Kegiatan belajar tatap muka mulai diganti via daring, acara-acara organisasi dan kepanitian harus ditunda bahkan dibatalkan, serta kunjungan ke kampus mulai dibatasi. 

Kondisi inilah yang membuat Sulastrawan dan Dayu merasa jenuh. “Biasanya kami selalu menghabiskan waktu di kampus baik untuk mengikuti mata kuliah ataupun kegiatan-kegiatan organisasi, namun sejak pandemi kegiatan seperti itu tidak bisa kami lakukan lagi sehingga beberapa hari diawal pandemi dilewati secara membosankan,” katanya.

Tapi disinilah titik balik munculnya ide untuk membuka usaha. Mereka menolak menyerah dengan keadaan. Bermodal keberanian dan ide-ide kreatif mereka mencoba untuk terjun dan merintis Huy.Gallery. Keputusan untuk mengarungi usaha jasa kreatif ini karena prospek pasar yang cukup bagus dan harga produk cenderung terjangkau, terutama bagi kalangan anak muda melenial. Alhasil kesibukan mereka sebelumnya di kampus beralih fokus untuk mengembangkan usaha. 

Pada awalnya mereka merasa pesimis untuk menjalankan Huy.Gallery ini mengingat situasi masih pandemi. 

“Dimana di era Pandemi  orang-orang lebih mementingkan hal yang mereka butuhkan seperti bahan pokok/primer ketimbang kebutuhan lainya termasuk didalamnya ialah produk kami,” sebutnya. 

Pelan tapi pasti rasa pesimis bisa mereka tepis. Melalui strategi marketing di media sosial, terutama instagram serta modal jaringan pertemanan yang mereka miliki secara perlahan usaha mereka mulai mununjukan perkembangan secara signifikan. 

Saat ini Huy.Gallery menjual frame 3D dengan dekorasi foto unik untuk acara wedding, ulang tahun, dan acara lainya. Selain itu Huy.Gallery juga memberikan kebebasan bagi costumer untuk mendisain yang mereka sukai. Untuk satu frame termasuk design, cetak dan bunga mereka hargai Rp. 70.000-80.000 dengan ukuran 20x20cm.  

Dalam sebulan omzet yang mereka dapatkan dari penjualan mencapai Rp. 200.000. “Sekalipun pendapatannya tidak banyak, setidaknya mampu menambah uang saku sehari-hari kami,” bangganya. 

Terakhir mereka berpesan agar pandemi jangan dijadikan alasan untuk berhenti berkreatifitas, tapi harus dimanfaatkan untuk kemudian dijadikan peluang, salah satunya dengan berwirausaha. Bagi mereka mulai berkenalan dengan kegiatan berwirausaha sangat penting, tidak hanya untuk diri sendiri tapi untuk lingkungan dan negara.

Sumber : denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Peristiwa

Advertisement
To Top