Connect with us

Panti Asuhan Sunya Giri, Peduli Pendidikan Anak-Anak Kurang Mampu

Peristiwa

Panti Asuhan Sunya Giri, Peduli Pendidikan Anak-Anak Kurang Mampu

Setiap tanggal 22 November diperingati sebagai Hari Anak Sedunia. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di dunia.

Tema yang diangkat dalam peringatan Hari Anak Sedunia tahun 2020 ini adalah ‘A day to reimagine a better future for every child’. Dimana hari untuk membayangkan kembali masa depan yang lebih baik untuk setiap anak.

Masa depan anak-anak tentunya tak luput dari pendidikan yang ditempuhnya. Namun nyatanya, masih banyak anak-anak di luar sana yang belum mampu untuk menempuh ataupun melanjutkan pendidikannya.

Hal tersebutlah yang mendasari didirikannya Panti Asuhan Hindu Sunya Giri pada tahun 2001. Panti Asuhan yang terletak di Jalan Tunjung Sari No. 23, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat ini didirikan oleh Made Meja, seorang mantan wakil rakyat di DPRD Denpasar tahun 1999-2004.

Selain itu, beliau juga sempat berprofesi sebagai tenaga pendidik. Hati Made Meja tersentuh ketika melihat anak-anak yang berprestasi namun tidak dapat melanjutkan sekolahnya karena kondisi ekonomi keluarganya.

“Bapak Made Meja selaku pendiri Panti banyak menyaksikan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu tidak bisa sekolah, maka pada tahun 2001 didirikanlah Panti Asuhan Sunya Giri,” ungkap Ketut Alit Rahadiana, pengurus Panti Asuhan Sunya Giri saat ini.

Tujuannya untuk meningkatkan potensi dan sumber daya manusia dari anak-anak yang beragama Hindu, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar mendapatkan pendidikan yang layak.

Hingga saat ini Panti Asuhan Sunya Giri memiliki anak asuh sebanyak 26 orang. Terdiri dari anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di jenjang SD, SMP, dan SMK.

Karena tujuan dari Panti Asuhan Sunya Giri berfokus pada pendidikan anak-anak yang kurang mampu, tidak semua anak-anak asuhnya merupakan anak yatim-piatu.

“Untuk saat ini ada 26 orang, 20 orang tinggal menetap di Panti dan 6 orang tinggal dengan orang tuanya, namun dalam seminggu mereka selalu menyempatkan ke Panti Asuhan untuk belajar bersama teman-temannya,” ungkap Ketut Alit. Selain mendapatkan fasilitas belajar secara daring, anak-anak asuh di Panti Asuhan Sunya Giri juga memiliki berbagai aktivitas menarik lainnya, seperti berkebun hidroponik, memelihara ikan lele, pelatihan enterpreneurship, dan pelatihan kesenian seperti menari dan megambel.

Dalam memaknai Hari Anak Sedunia ini, Ketut Alit berharap agar anak-anak yang telah mampu melanjutkan pendidikannya dapat memiliki semangat belajar yang tinggi untuk mencapai cita-cita. “Harapan kami juga dengan adanya Panti Asuhan Sunya Giri ini agar tidak ada lagi anak-anak usia sekolah yang tidak mendapatkan pendidikan yang selayaknya,” tutupnya.

Sumber : denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Peristiwa

Advertisement
To Top