Connect with us

Ruang Bermain dan Belajar Informal Anak-Anak di Kota Denpasar

Peristiwa

Ruang Bermain dan Belajar Informal Anak-Anak di Kota Denpasar

 Berbicara tentang pendidikan kita semua pasti sudah tahu bahwa betapa pentingnya pendidikan tersebut. Pada perkembangan dan kemajuan zaman yang begitu pesat membuat pola pendidikan juga semakin modern dan berkembang.
 

Namun di tengah pesatnya kemajuan itu masih ada saja anak-anak  yang tidak dapat mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya. Terlebih lagi di tengah pandemi Covid 19 ini. dimana teknologi perangkat mobile sangat di butuhkan dalam menunjang kegiatan pendidikan.


Segala Upaya telah di lakukan oleh Pemerintah Hingga komunitas atau kelompok-kelompok peduli akan literasi guna memaksimalkan akses pendidikan tersebut. Salah satunya adalah Ruang Belajar dan Bermain Anak-Anak di Rumah Pelangi Sant Egidio. Rumah Pelangi Sant Egidio hadir sebagai ruang bermain dan belajar informal untuk anak-anak yang yang terletak di jalan letda made putra Gg III kota Denpasar, Bali.


Komunitas ini sangat peduli dalam pendampingan anak, khususnya saat ini. Dimana pendampingan proses belajar mengajar secara online yang sedang merebak saat ini. Perlu banyak penyesuaian karena tidak semua orang tua siap mendampingi.


Sampai saat ini pandemi covid-19 yang masih belum reda membuat berbagi lini mengalami dampak. Selain sektor ekonomi yang mulai tergerus, sektor pendidikan juga mengalami perubahan yang mengharuskan pergantian metode belajar, dari yang awalnya tatap muka secara langsung, berganti tatap muka menggunakan media perantara online.


Adanya perubahan metode pengajaran tentunya merujuk pada usaha pemerintah untuk memerangi penyebaran covid melalui pembatasan sosial atau social distancing, melakukan work from home maupun belajar di rumah. Penerapan perubahan metode ini berlaku secara nasional dan mewajibkan seluruh lembaga pendidikan dari tingkat perguruan tinggi hingga sekolah dasar wajib belajar menggunakan media perantara online.


Metode belajar di rumah ini sudah dimulai sejak Maret dan masih berlangsung sampai saat ini. Metode ini tentunya juga digunakan oleh lembaga pendidikan yang ada di provinsi Bali dengan harapan untuk menekan laju persebaran Covid-19.


Johandi Sinaga pengurus Rumah Pelangi Sant Egidio, menyatakan Rumah Pelangi Sant Egidio berusaha membantu untuk mendampingi anak-anak di sekitar Rumah Pelangi agar dapat menyesuaikan dan mengikuti dengan baik, karena banyak sekali dari mereka belum siap mengikuti sekolah daring. “Terutama orang tua yang belum siap mendampingi, terlebih lagi keterbatasan perangkat mobile,” imbuhnya. (Guswah)

Sumber : denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Peristiwa

Advertisement
To Top