Terkini
Sang Hyang Bojog Mesolah Di Desa Adat Duda Karangasem
Tari Sang Hyang bukanlah seni sakral yang asing di Bali. Beberapa desa di Bali masih melestarikan keberadaan Tari Sang Hyang ini. Tari Sang Hyang sangat identik dengan tarian sakral penuh aura magis.
Banyak jenis Tari Sang Hyang antara lain seperti Tari Sang Hyang Jaran, Sang Hyang Memedi, Sang Hyang Celeng, Sang Hyang Dedari, Sang Hyang Kerek dan juga Sang Hyang Bojog (Kera). Beberapa tarian sakral ini bisa dijumpai di Banjar Jangu Desa Adat Duda Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem.

Di banjar ini terdapat Tari Sang Hyang Bojog dimana saat Tari Sakral ini mesolah atau dipentaskan bertujuan untuk “ngeruat mala” atau membersihkan area desa dan menghindarkan masyarakatnya dari segala bentuk wabah dan bahaya baik yang bersifat skala/nyata atau niskala/gaib.
Tari Sang Hyang Bojog ini biasanya mesolah/dipentaskan setahun sekali, setelah upacara Usaba Dodol di Desa Adat Duda usai. Dimana untuk tahun ini, Tari Sang Hyang Bojog ini dipentaskan pada hari Sabtu tanggal 24 April 2021 saat usainya Upacara Usaba Dodol dan bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.
Tarian sakral ini ditarikan pada malam hari oleh seorang atau dua orang laki-laki. Penari ini biasanya dipilih dari masyarakat setempat dimana proses pemilihannya dilakukan secara niskala/gaib. Tidak sembarang orang bisa menjadi penari Tari Sang Hyang Bojog ini. Busana dan rias sang penari saat mesolah menyerupai seekor kera.

Saat menari biasanya diiringi oleh gamelan dan gending atau nyanyian Sang Hyang sehingga menimbulkan aura magis dan sakral. Hal ini juga akan membuat penari dalam keadaan kerauhan/kesurupan sehingga penari akan berperilaku seperti seekor kera. Di dalam arena tempat Tari Sang Hyang Bojog ini dipentaskan biasanya akan terdapat banten atau saran upakara buah-buahan dan pohon. Penari tersebut akan menari menari , memakan buah dan akan menaiki pohon tersebut. Saat penari tersebut menaiki pohon, akan kelihatan tubuh sang penari seperti ringan. Ranting atau dahan yang dipijak atau dilompati tidak akan patah. Bahkan juga tidak jarang sang penari melakukan atraksi jungkir balik diatas pohon dan lompat tinggi dari satu dahan ke dahan yang lain.

