Peristiwa
Taman Baca Kesiman Denpasar, Lebih Dari Sekadar Perpustakaan
Kehadiran perpustakaan umum di Bali sebagai gudang ilmu pengetahuan menambah referensi anak-anak muda Bali untuk membaca dan berdiskusi.
Salah satu perpustakaan umum yang menarik untuk dikunjungi ialah Taman Baca Kesiman atau sering disingkat TBK. Ribuan koleksi buku disini beragam mulai dari buku pengetahuan umum hingga buku-buku perjuangan yang beraliran kiri.
Pemilik beranggapan bahwa stigma terhadap buku-buku kiri hanya akan melanggengkan pembodohan. TBK didirikan pada tahun 2014 oleh pasangan suami-istri, Agung Alit dan Hani Duarsa, luasnya sekitar 15 are berlokasi di Jalan Sedap Malam, Denpasar.
Tidak seperti perpustakaan pada umumnya, suasana perpustakaan disini sungguh berbeda. Pengunjung tidak hanya dapat membaca di ruangan perpustakaan yang sunyi, tetapi juga dapat membaca sambil berdiskusi di luar ruangan tersebut.
Terdapat banyak tempat duduk yang disediakan, ada yang dibawah atap dan dibawah pohon. Pengunjung juga dapat membaca sambil berbaring di hamparan rumput hijau di sebelah barat perpustakaan.
Tempat ini memang tidak hanya difungsikan sebagai taman baca ataupun perpustakaan saja. Banyak komunitas, organisasi, ataupun pegiat-pegiat literasi, dan sebagainya mengadakan kegiatan disini pada hari-hari tertentu.
Mulai dari kegiatan diskusi, konser/akustikan, hingga pameran dengan memanfaatkan lahan terbuka di sebelah barat. Hal itulah yang kemudian membuat Taman Baca Kesiman masih menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi hingga saat ini.
Konsep taman baca ini memang sungguh berbeda dari biasanya. Ketika baru memasuki Taman Baca Kesiman dari pintu timur, pengunjung akan melihat kebun di sebelah kiri dan kanan jalan setapak.
Kebun tersebut ditanami tanaman obat, sayur, bahkan buah-buahan. Terdapat juga dapur di sebelah perpustakaan yang menjual makanan dan minuman.
Uniknya beberapa bahan makanan seperti sayur dipetik langsung dari kebun di Taman Baca Kesiman ini.
Sumber : denpasarkota.go.id

